banner 400x130

Wakili Bupati, Sekda Saipul Buka Sosialisasi Kelembagaan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat Kabupaten Way Kanan Tahun 2023

banner 120x600

Way Kanan ((KANDUDAT) – Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul S.Sos, M.IP mewakili Bupati setempat H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M  menghadiri Acara Sosialisasi Kelembagaan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat Kabupaten Way Kanan Tahun 2023 di Hotel Grand Sinar Kampung Bumi Ratu Kecamatan Umpu Semenguk, Kamis (22/06/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Way Kanan, Unit Pelaksana Teknis-Balai Pemantapan Kawasan Hutan (UPT-BPKH) Provinsi Lampung, ATR/BPN Way Kanan, Business Watch Indonesia (BWI) Perwakilan Way Kanan, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan se-Kabupaten Way Kanan, Penyuluh Lapangan, Pendamping Perkebunan, Kelompok Tani dan koperasi Pengusus Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat, serta Prowitra atau Petani Mandiri Kelapa Sawit Way Kanan.

Dalam sambutannya Sekda Saipul mengatakan bahwa Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, dengan menjaga luasan lahan, agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal. Dimana sebagai langkah implementasinya telah ditetapkan PP Nomor 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan dan PP Nomor 61 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kepala Sawit.

Tujuan utama dari program tersebut adalah untuk memperkuat petani rakyat kelapa sawit dalam meningkatkan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan melalui penerapan dan pelaksanaan Praktek Pertanian yang Baik (Good Agriculture Practices-GAP), yang mana dengan program ini diharapkan akan terjadi peningkatan produktifitas dan lingkungan yang berkelanjutan, penguatan kapasitas organisasi dan tujuan akhir dalam program tersebut adalah mendapatkan Sertifikat RSPO untuk kelompok petani di daerah Kabupaten Way Kanan, ujar Sekdakab Saipul.

Untuk mengikuti Program PSR, Kelompok Tani, Gapoktan, atau Koperasi sebagai pengusul harus memenuhi syarat teknis yang telah ditentukan dan terverifikasi di Dirjen Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Peremajaan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dimana untuk mendapatkan rekomendasi teknis dari BPDPS membutuhkan proses administrasi yang panjang sehingga waktu yang dibutuhkan untuk sampak penanaman mencapai satu tahun lebih.(Romy)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *