HARIANKANDIDAT.CO.ID - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Bandar Lampung meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami melihat banyak di daerah siswa keracunan makanan usai menyantap MBG, maka kami minta pengawasannya harus lebih diperketat," kata Ahmad Apriliandi Passa (1/10).
Program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan mendukung kualitas pendidikan di Indonesia. Namun lemahnya pengawasan justru mengubahnya menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak-anak.
"Kami menginginkan anak-anak di sekolah mendapatkan jaminan keamanan dari program MBG. Petugas pengawasan harus teliti, memastikan kebersihan makanan, agar tidak menimbulkan keracunan massal," ujarnya.
Sejumlah kasus keracunan massal di sekolah-sekolah di Lampung menjadi peringatan penting bahwa standar keamanan pangan dalam program MBG masih sangat lemah.
Ia menilai pemerintah harus memperkuat sistem pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah.
"Anak-anak adalah kelompok paling rentan, mereka tidak bisa memilih makanan yang sehat atau tidak. Di sinilah peran pengawasan menjadi sangat krusial," tegasnya.
Komnas PA mendorong pembentukan dan pelatihan khusus bagi satuan tugas pengawasan MBG agar memiliki kompetensi menilai kualitas serta kelayakan konsumsi makanan siswa.
"Kami berharap kasus keracunan ini menjadi evaluasi menyeluruh bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Jangan sampai aspek keselamatan anak diabaikan dalam program strategis pendidikan dan kesehatan," tutupnya.
(Yud)