Banjir Rendam SDN 01 Way Lunik, Kegiatan Belajar Mengajar Diliburkan Sementara

Redaksi - Senin, 20 Jan 2025 - 21:02 WIB
Banjir Rendam SDN 01 Way Lunik, Kegiatan Belajar Mengajar Diliburkan Sementara
SDN 1 Way Lunik liburkan kegiatan belajar - Jamil/Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Way Lunik terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu pekan setelah Banjir besar melanda wilayah tersebut. 

Banjir yang merendam sekolah hingga setinggi dada orang dewasa ini merusak berbagai fasilitas, seperti meja, kursi, peralatan belajar, dan lantai kelas.

Kepala Sekolah SDN 01, Ibu Nurhayati, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk siswa kelas 1 hingga 3 telah diliburkan sejak 17 Januari 2025. Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 tetap datang ke sekolah untuk membantu membersihkan bekas-bekas Banjir meski belum dapat melaksanakan KBM karena kondisi ruangan yang dipenuhi lumpur setebal sekitar 15 cm.

“Sejak tanggal 17, setelah Banjir, kami liburkan kelas 1 hingga kelas 3. Namun, untuk kelas 4 hingga 6, mereka tetap datang, meskipun belum bisa KBM karena kondisi kelas yang dipenuhi lumpur,” kata Nurhayati, pada Senin (20/01/2025).

Menurutnya, meskipun Banjir di sekitar kawasan sekolah sudah sering terjadi, banjir kali ini masuk ke dalam kelas karena pagar belakang sekolah ambruk. Biasanya, banjir hanya sebatas mata kaki dan tidak sampai merusak fasilitas di dalam kelas.

Nurhayati mengungkapkan bahwa KBM baru bisa dimulai sekitar 10 hari ke depan setelah proses pembersihan selesai. Fokus utama saat ini adalah membersihkan lingkungan sekolah, termasuk ruang kepala sekolah, ruang guru, dan ruang kelas.

“Untuk KBM, kemungkinan baru bisa dimulai dalam 10 hari ke depan karena kami masih fokus membersihkan ruangan dan fasilitas sekolah,” tambahnya.

Di tengah musibah ini, pihak sekolah juga menerima pesan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pj. Gubernur, Sekda, dan Wakil Wali Kota untuk bersabar dan menghadapinya dengan ikhlas. Nurhayati mengimbau kepada semua pihak untuk memahami bahwa Banjir adalah musibah yang tidak bisa dihindari.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak sekolah sementara ini memasang pembatas berupa karung berisi pasir di area yang rawan Banjir, sembari menunggu rehabilitasi fasilitas sekolah.

"Untuk sementara, kami pasang karung berisi pasir setinggi sekitar 2 meter sebagai langkah pencegahan," jelas Nurhayati.

Salah seorang orang tua siswa, Ibu Siti, berharap perbaikan segera dilakukan agar anak-anak bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar dengan normal. "Kami berharap perbaikan segera dilakukan agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa," ujarnya. (jml)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.