HARIANKANDIDAT.CO.ID – Dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan tertib, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan, Jumat (8/5/2026). Kegiatan berlangsung di lapangan rutan setempat dengan tertib dan khidmat.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa. Kegiatan ini turut dihadiri oleh aparat penegak hukum, sejumlah pemangku kepentingan terkait, serta seluruh jajaran pegawai rutan.
Pembacaan ikrar dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Brivsan Kartadilaga, dan diikuti serentak oleh seluruh peserta Apel. Ikrar tersebut menjadi simbol penguatan integritas dalam upaya pemberantasan handphone ilegal, narkoba, serta praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Melalui Ikrar tersebut, seluruh jajaran diharapkan meningkatkan kedisiplinan, memperketat pengawasan, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial, tetapi akan ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat, razia rutin, serta penegakan disiplin terhadap siapa pun yang terbukti melanggar.
"Melalui ikrar ini, kita tegaskan kembali komitmen bersama untuk mewujudkan Rutan Kelas I Bandar Lampung yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan segala bentuk penipuan. Ini bukan seremonial belaka, tetapi bukti komitmen bersama kita yang disaksikan oleh para tamu undangan," ujar Tri Wahyu.
Ia juga menekankan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran. "Siapa pun yang terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang, termasuk peredaran narkoba, penggunaan handphone secara ilegal, maupun praktik pungutan liar, akan diproses sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Tri Wahyu mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya malu sebagai pondasi integritas dalam bekerja.
"Malu apabila tidak masuk kerja tanpa alasan, malu apabila datang terlambat sementara tugas sudah ada, malu pulang lebih cepat, malu apabila kerja asal-asalan, dan yang lebih penting malu apabila menciderai nama instansi yang kita cintai ini. Karena sesungguhnya integritas bukan tentang diawasi, tetapi tentang kebenaran meskipun tidak ada yang melihat," tandasnya.
Dengan kegiatan ini, Rutan Kelas I Bandar Lampung diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, profesional, aman, tertib, dan terpercaya.
(Edi)