HARIANKANDIDAT.CO.ID - Harga emas perhiasan 24 karat di Bandar Lampung, mengalami kenaikan kembali pada bulan Oktober 2025 sebesar Rp2.100.000 / gram.
Hal itu di sampaikan toko emas Garuda yang berada di Jalan Padang, Gunung Sari, Engal, Kota Bandar Lampung.
"Untuk harga beli emas perhiasan hari ini Rp2.100.000 / gram emas 24, dan harga jual sekitar Rp 2.000.000 an," ujar salah satu pegawai di toko, Selasa (14/10).
Ia menjelaskan Kenaikan emas tersebut mengalami lonjakan pada saat ini sebesar sebesar Rp. 200.000, dimana pada pada saat bulan September lalu harga jual emas Rp.1.900.000.
"Untuk dibulan September kemarin harga emas mengalami Kenaikan sekitar Rp40.000. Rp 1.900.000 dari harga sebelumnya Rp 1.860.000 / gram dan pada bulan ini harga jual emas sudah sampai Rp. 2.100.000 / gramnya," jelasnya.
Sementara itu untuk Harga Emas Antam hari ini kembali naik. Harga emas Antam 24 karat naik Rp 29.000 / gram menjadi Rp 2.360.000 / gram dari harga sebelumnya Rp 2.331.000 / gram.
Dilansir dari situs Logam Mulia Antam, Selasa 14 Oktober 2025, satuan Harga Emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.230.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 23.090.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.300.600.000.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, Harga Emas Antam masih tercatat dalam tren naik, dari rentang Rp 2.284.000 - 2.360.000 per gram. Sedangkan dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas Antam berada di Rp 2.090.000 - 2.360.000 per gram.
Berikut rincian Harga Emas Antam hari ini.
•Harga Emas 0,5 gram: Rp 1.230.000
•Harga Emas 1 gram: Rp 2.360.000
•Harga Emas 2 gram: Rp 4.660.000
•Harga Emas 3 gram: Rp 6.965.000
•Harga Emas 5 gram: Rp 11.575.000
•Harga Emas 10 gram: Rp 23.095.000
•Harga Emas 25 gram: Rp 57.612.000
•Harga Emas 50 gram: Rp 115.145.000
•Harga Emas 100 gram: Rp 230.212.000
•Harga Emas 250 gram: Rp 576.265.000
•Harga Emas 500 gram: Rp 1.150 320.000
•Harga Emas 1.000 gram: Rp 2.300.600.000
Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Para analis menyarankan investor untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
(EDI)
