Pertamina Pastikan BBM Subsidi Aman di Lampung

Redaksi Harian Kandidat - Selasa, 09 Des 2025 - 17:59 WIB
Pertamina Pastikan BBM Subsidi Aman di Lampung
Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi di Lampung aman menjelang lonjakan konsumsi akhir tahun. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM subsidi di Lampung dalam kondisi aman menjelang lonjakan konsumsi akhir tahun. Perusahaan menekankan bahwa persoalan antrean di sejumlah SPBU terjadi akibat pola distribusi lama yang kini telah diperbaiki.

Pernyataan ini disampaikan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Lampung, Andi Reza Ramadhan, usai rapat koordinasi bersama Pemprov Lampung, YLKI Lampung, Hiswana Migas, dan OPD terkait, Selasa (9/12/2024).

Andi menjelaskan bahwa sisa kuota BBM subsidi Lampung berada di kisaran 10 persen, dan jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2025. Konsumsi bulanan Lampung biasanya hanya berada di angka 8–9 persen.

“Kami fokus memastikan seluruh BBM tersalurkan untuk kebutuhan Satgas Nataru. Akan ada peningkatan konsumsi Pertalite, Bio Solar, maupun LPG, dan semuanya sudah kami siapkan,” tegas Andi.

Pertamina mengambil langkah korektif dengan menyamaratakan distribusi ke seluruh Spbu. Langkah ini diambil untuk menghentikan ketimpangan suplai yang selama ini membuat beberapa SPBU cepat kehabisan stok.

“Distribusi sekarang tidak lagi menumpuk di satu wilayah. Spbu yang dulu sering kosong kini kami pastikan mendapat suplai rutin,” ujarnya.

Dengan pola ini, Pertamina menargetkan antrean panjang bisa terurai dan tidak lagi menumpuk di titik tertentu, terutama kawasan perkotaan.

Terkait laporan kelangkaan Dexlite, Pertamina menegaskan bahwa stok tersedia. Kendala yang muncul hanya berupa keterlambatan suplai akibat cuaca.
“Stok Dexlite ada. Kendalanya bukan ketersediaan, tapi keterlambatan suplai. Tanggal 11 semuanya kembali normal,” kata Andi.

Pertamina juga menindak Spbu yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi. Proses audit distribusi sedang berjalan dan dapat berujung pada sanksi tegas.

“Spbu tersebut sudah kami bina dan sedang kami periksa penyalurannya selama 30 hari. Jika terbukti melanggar, sanksi lanjutan menunggu. Saat ini belum sampai pada pencabutan izin, tapi kami tidak ragu menindak jika ada bukti,” tegas Andi.

(Hen)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.