HARIANKANDIDAT.CO.ID - Memasuki bulan akhir tahun 2025. Sejumlah bahan pokok di pasar Wayhalim, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan pada Selasa 16 Desember 2025.
Salah satu pedagang sembako eceran Supri, mengatakan bahwa lonjakan harga bahan pokok untuk akhir tahun ini berbeda dengan akhir tahun sebelumnya, yang mana harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan.
"Untuk tahun ini, harga seperti cabai, wortel, bawang, dan lainnya mengalami kenaikan lebih tinggi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, harga stabil-stabil saja," ujar Supri yang sudah berjualan empat tahun di Pasar Wayhalim.
Supri juga menyampaikan kepada media ini terkait harga-harga Bahan Pokok jenis sayuran yang mengalami kenaikan yang sangat tinggi pada akhir tahun ini.
"Akhir tahun ini yang naik itu seperti cabai mas, sperti cabai merah pada bulan sebelas perkilonya hanya 30.000, saat ini mencapai 70.000 perkilogram, kalau seminggu yang lalu lebih mahal lagi 80.000 perkilonya. Sedangkan untuk cabai jengki sekarang 70.000 perkilo, jauh banget sebelumnya harganya hanya 25.00 perkilonya," jelas Supri.
Lebih lanjut Supri juga mengungkapkan bukan hanya dari komoditas cabai saja yang mengalami kenaikan, tetapi dari komoditas bawang dan wortel juga mengalami kenaikan yang sangat tinggi.
"Bukan cabai saja mas yang naik, tapi dari wortel dan bawang juga naik lumayan tinggi. Wortel ini yang mahal benar yang impor aja sekarang 35.000 perkilonya, sebelumnya hanya 20.000 perkilonya, Untuk wortel lokalnya sekarang 20.000 perkilo, untuk bawang merah dari harga 30.000 perkilogram sekang sudah 50.000 perkilonya," kata Supri.
Supri berharap kepada pemerintah terkait agar dapat menurunkan harga Sembako, yang mana menurutnya kenaikan harga yang sangat tinggi saat ini, berdampak terhadap pendapatannya karena banyak konsumennya mengurangi pembelian di tokonya.
"Ya saya berharap dengan pemerintah, untuk dapat menurunkan harga-harga Sembako. Karena harga tinggi sekarang berpengaruh sekali dengan pendapatan saya sebagai penjual eceran, banyak konsumen saya tang tadinya banyak pembeliannya, sekarang berkurang," tandasnya.
(Edi)