HARIANKANDIDAT.CO.ID — Di tengah isu pemotongan anggaran dana desa di Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Desaku Maju tidak mengurangi anggaran yang seharusnya diterima oleh desa.
Ia memastikan program tersebut sepenuhnya didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung.
“Program Desaku Maju disupport oleh APBD provinsi, jadi saya rasa enggak,” ujar Rahmat Mirzani Djausal usai menghadiri Rapat Percepatan Pembentukan Ekosistem Kendaraan Listrik dan Aksesibilitas Charging Station di Provinsi Lampung, Selasa (13/1/2025).
Mirza menjelaskan, program pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dirancang saling mendukung, bukan saling meniadakan. Bahkan, sebagian besar program tersebut justru dilaksanakan di wilayah desa.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menyoroti isu pemotongan anggaran, tetapi juga melihat besarnya dana yang mengalir ke desa dari berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.
“Jangan hanya dilihat dari sisi pemotongan anggaran, tapi lihat juga dana dan program yang masuk ke desa,” kata Mirza.
Sebagai contoh, Mirza menyebutkan sejumlah program strategis yang menyasar langsung desa, di antaranya Koperasi Merah Putih dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar, program GAIR sebesar Rp397 juta, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah program lainnya.
Menurut Mirza, jika dilihat secara menyeluruh, justru perputaran uang dan aktivitas ekonomi difokuskan di desa.
“Kalau dilihat secara keseluruhan, sebenarnya uang dan perputaran ekonomi itu difokuskan di desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep Program Desaku Maju memang dirancang agar perputaran anggaran dan pelaksanaan program pembangunan Provinsi Lampung berada di desa.
“Karena semua program kami ada di desa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Alokasi Dana Desa (DD) untuk Provinsi Lampung tahun 2026 mengalami pemangkasan. Dari sebelumnya mencapai Rp2,2 triliun pada tahun 2025, dana yang akan ditransfer ke desa pada 2026 hanya sekitar Rp782 miliar atau turun sekitar 66 persen.
(Vrg)