HARIANKANDIDAT.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Demokrat (PD), H. Hendra Mukri, S.Sos, terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, latar belakang, dan kepentingan.
Dalam setiap kesempatan sosialisasi, Hendra Mukri menegaskan bahwa perbedaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak boleh dipandang sebagai ancaman.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, maupun pilihan politik justru menjadi kekuatan utama yang harus dirawat bersama.
"Perbedaan itu adalah keniscayaan dan anugerah. Tidak ada alasan bagi kita untuk saling bermusuhan apalagi terpecah hanya karena perbedaan. Pancasila hadir sebagai landasan untuk merajut keberagaman itu menjadi persatuan," ujar Hendra Mukri di hadapan peserta kegiatan.
Ia menjelaskan, Nilai-nilai Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol formal negara, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun ruang digital.
Hendra Mukri secara khusus menyoroti maraknya penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi yang berpotensi merusak persatuan bangsa. Menurutnya, fenomena tersebut bertentangan dengan semangat Pancasila dan harus dilawan dengan kesadaran kolektif.
"Kita bisa memulai dari hal-hal kecil.
Berhenti menyebarkan kebencian, berhenti memprovokasi, dan mulai menebar kemanfaatan. Sikap saling menghormati, gotong royong, dan empati adalah cerminan nilai Pancasila yang sesungguhnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendra Mukri menilai kegiatan PIP-WK memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi politik dan kebangsaan, terutama bagi masyarakat akar rumput, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah persatuan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat, untuk bersama-sama menjaga ruang sosial agar tetap sehat, inklusif, dan berkeadaban.
Menurutnya, masifnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengadu domba.
Melalui kegiatan sosialisasi PIP-WK yang terus digencarkan ini, Hendra Mukri berharap nilai nilai Pancasila semakin membumi dan menjadi spirit bersama dalam membangun Kota Bandar Lampung yang damai, toleran, dan berkeadilan sosial.
"Jika Pancasila benar-benar kita hidupkan dalam keseharian, maka persatuan akan tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan dengan baik untuk kepentingan seluruh masyarakat," pungkasnya.
(Okt)