HARIANKANDIDAT.CO.ID – Tokoh pemuda Desa Sabah Balau, Arif Gunawan, mempertanyakan alasan desanya tidak ikut bergabung bersama delapan desa lain dalam rencana penyesuaian wilayah ke Kota Bandar Lampung. Kedelapan desa itu adalah Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjar Agung, Rabu (28/01/2026).
Desa Sabah Balau saat ini secara administratif berada di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Padahal, secara geografis, wilayah tersebut berbatasan langsung dan lebih dekat dengan Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.
"Di Sabah Balau ini sudah banyak kawasan perumahan dan pertokoan. Kalau masuk wilayah Kota Bandar Lampung, warga akan lebih mudah mengakses kelurahan, rumah sakit, dan sekolah. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kalianda," ujarnya.
Ia menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilainya terkesan tebang pilih.
"Sebelumnya kami sangat gembira mendengar kabar rencana ini. Kami berharap para pihak yang berkompeten, terutama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal alias Iyay Mirza, bisa mendengar suara hati warga. Namun kenyataannya justru berbeda jauh dari harapan," ungkapnya.
Menurut Arif, warga Sabah Balau sangat berharap bisa bergabung dengan Kota Bandar Lampung agar memperoleh kemudahan dalam mengurus administrasi.
"Saya kaget ketika mendengar ada delapan desa yang akan bergabung, padahal yang paling dekat dengan Kota Bandarlampung itu justru Desa Sabah Balau," jelasnya.
Kekecewaan warga, kata dia, menimbulkan tanda tanya besar. "Kami sebagai warga merasa ada yang tidak beres. Apakah Sabah Balau dikucilkan? Kecewa, itu sudah pasti," ucapnya.
Arif menambahkan, warga selama ini turut merasakan dampak pembangunan Kota Bandarlampung, seperti pembangunan Jalan M. Azizi di Sukarame yang lokasinya sangat dekat.
"Harapan kami sederhana, bisa bergabung dengan Kota Bandar Lampung. Namun tiba-tiba muncul pernyataan sepihak dari provinsi yang kami sendiri tidak tahu dasar pertimbangannya. Padahal Sabah Balau merupakan kawasan yang sedang berkembang dan sudah sepantasnya masuk wilayah Kota Bandar Lampung," tandasnya.
(Edi)