HARIANKANDIDAT.CO.ID — Tokoh pemuda Lampung, Maradoni, menyatakan dukungannya terhadap program mitigasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang dijalankan pemerintah pusat bersama sejumlah instansi daerah dan aparat keamanan.
Maradoni menilai, penanganan konflik satwa liar di wilayah desa penyangga TNWK perlu dilakukan secara terpadu karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga, perlindungan lahan pertanian, serta kelestarian satwa dilindungi.
Menurutnya, langkah mitigasi yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, serta Balai TNWK merupakan strategi yang tepat untuk menekan risiko konflik di lapangan.
“Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar penanganan konflik gajah dan manusia berjalan efektif. Perlindungan kawasan konservasi harus sejalan dengan perlindungan masyarakat sekitar,” ujar Maradoni, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, program mitigasi dilakukan melalui sejumlah langkah, di antaranya pembangunan kanal atau tanggul penghalang, penguatan perlindungan kawasan, serta reboisasi dan penanaman pohon guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Maradoni juga menyoroti perhatian pemerintah pusat terhadap pengelolaan dan pelestarian TN Way Kambas yang dinilai memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi daerah dan nasional, tetapi juga dalam konteks konservasi global.
Ia menyebut, komitmen kerja sama konservasi di tingkat internasional menunjukkan bahwa kawasan Way Kambas menjadi salah satu titik penting pelestarian satwa dan hutan tropis.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat di wilayah penyangga TNWK agar tetap mendukung program pemerintah serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Taman Nasional Way Kambas adalah aset nasional yang harus dijaga bersama. Konservasi harus memastikan satwa terlindungi dengan baik, sekaligus masyarakat sekitar merasa aman dan terlindungi,” katanya.