HARIANKANDIDAT.CO.ID – Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung dikeluhkan warga yang kerap melintasi, karena sering terjadi kecelakaan hingga merenggut nyawa pengendara akibat jalan berlubang.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, terlihat banyak lubang-lubang yang berdiameter kecil dan besar di sepanjang ruas jalan bypass tepatnya dari flayover Korpri hingga flayover Way Kandis.
Pasalnya, Disepanjang ruas jalan tersebut sering membuat masyarakat sekitar dan pengguna jalan merasa khawatir, pada saat akan melintasi jalan yang banyak dipenuhi lubang-lubang yang cukup dalam. Mengingat sudah banyak korban Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) khususnya kendaraan bermotor, bahkan sampai merenggut nyawa pengendara.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu pedagang yaitu ibu Lastri yang sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sering menyaksikan langsung terjadinya Kecelakaan di jalan tersebut.
"Sering dek disini Kecelakaan karena lubang-lubang itu, udah banyak pokoknya yang meninggal di jalan ini. Kan saya tiap hari jualan disini udah bertahun-tahun, jadi sering melihat langsung orang yang kecelakaan disini," ujar Lastri, saat diwawancarai media ini dilokasi.
Bahkan Lastri juga mengatakan, beberapa hari yang lalu telah terjadi Kecelakaan seorang driver Ojek Online (Ojol) dan ibu-ibu hamil tepat di depan tempat ia berjualan, akibat ingin menghindari jalan berlubang tersebut.
"Udah banyak yang jatuh disini, kemarin aja ada yang jatuh. Kasian, Maxim lagi. Apa lagi waktu itu ada yang jatuh juga ibu-ibu hamil, pokoknya ngeri jalan disini, kalau gak kuat-kuat megang setang udah banyak kali yang jatuh," katanya.
Lastri meminta, pemerintah dapat segera memperbaiki jalan tersebut, Karena menjelang hari raya Idul Fitri semakin banyak kendaraan baik motor dan mobil yang akan melintas dijalan tersebut. Agar tidak lagi adanya lakalantas yang disebabkan jalan berlubang.
"Ia dek bantu beritain aja, udah bener kamu itu dek, biar cepet di tanggapin. Sudah terlalu banyak bener dek yang Kecelakaan, kalau dibiarkan lama-lama nanti banyak orang yang gak lebaran, yang ada lebaran di alam yang berbeda," tandasnya.
(Edi)