HARIANKANDIDAT.CO.ID – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali memberi tekanan pada jalur penyeberangan Merak dan Bakauheni. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Polda Lampung dan Polda Banten menyatukan skema pengamanan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Aula Gawe Kuta Baluwarti, Kamis (26/2/2026).
Rakor difokuskan pada pemetaan potensi kemacetan, sinkronisasi data pergerakan kapal dan kendaraan, serta pencegahan penumpukan ekstrem seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menegaskan kunci pengendalian Arus Mudik tahun ini terletak pada akurasi dan kecepatan pembaruan data antarposko.
“Kita harus terus memperbarui data setiap kejadian menonjol di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu. Semua harus tercatat rapi dan dapat diakses untuk pengambilan keputusan cepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi real time antara petugas di Merak dan Bakauheni, khususnya terkait data kapal yang keluar dan masuk Pelabuhan agar tidak terjadi miskomunikasi yang berujung penumpukan kendaraan.
Pengawasan berbasis teknologi menjadi prioritas. CCTV di kawasan Pelabuhan Bakauheni akan diintegrasikan dengan Command Center guna memastikan pengendalian tidak lagi dilakukan secara manual.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari pada pertengahan Maret, melibatkan ribuan personel gabungan TNI-Polri serta instansi terkait. Titik pengamanan mencakup Pelabuhan, jalur tol dan arteri, rest area, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata.
(Hen)