HARIANKANDIDAT.CO.ID - Ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,58% (y-on-y) pada Triwulan I 2026, teringgi kedua di Sumatera, dan urutan ke 16 secara nasional. Hal ini menunjukkan sinyal yang cukup kuat bahwa ekonomi Lampung sedang berada dalam fase ekspansi yang sehat dan relatif lebih baik dibanding beberapa tahun terakhir.
Angka ini penting karena dicapai di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian (perlambatan perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, dan tekanan geopolitik internasional)
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Lampung umumnya berada pada kisaran 4,5%–5,3%. Karena itu, capaian 5,58% menunjukkan: percepatan aktivitas ekonomi, peningkatan konsumsi masyarakat, dan membaiknya produktivitas sektor utama,selasa (12/5/2026).
Menurut Usep Syaipudin (Pengamat Ekonomi Akademisi FEB Unila) Ekonomi Lampung masih sangat ditopang oleh konsumsi domestik (peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, daya beli yang relatif stabil, serta momentum Ramadan dan Idulfitri pada awal tahun). Hal Ini menunjukkan bahwa ekonomi Lampung masih memiliki basis pasar domestik yang kuat.
"Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum tumbuh sekitar 12,43%. Kondisi ini menandakan: meningkatnya aktivitas wisata, pertumbuhan UMKM kuliner, dan perputaran Ekonomi jasa yang semakin hidup;"ujarnya.
Ia juga menambahkan,Belanja Pemerintah Sangat Ekspansif, konsumsi pemerintah tumbuh sekitar 13,84%. Ini mengindikasikan: percepatan realisasi APBD, belanja infrastruktur, program sosial, dan aktivitas birokrasi sudah mulai aktif sejak awal tahun. Dalam Ekonomi regional, belanja pemerintah sangat penting karena menjadi “shock absorber” ketika investasi swasta belum optimal
"Kesimpulannya: pertumbuhan ekonomi Lampung 5,58% pada Triwulan I 2026 dapat dinilai sebagai: kuat secara regional, sehat secara struktural, dan menunjukkan pemulihan ekonomi daerah yang semakin matang;"tutupnya.