RS Urip Bakal Didemo

Redaksi Harian Kandidat - Rabu, 29 Jul 2026 - 22:23 WIB
RS Urip Bakal Didemo
BAGINDA kritik keras manajemen RS Urip Sumoharjo atas dugaan lemahnya sistem keselamatan kerja dan minimnya transparansi. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Badan Aliansi Gerakan Intelektual Muda (BAGINDA) akan menggelar aksi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, Terkait lemahnya tata kelola dan budaya keselamatan Kerja.

Dua insiden yang menjadi sorotan BAGINDA adalah banjir yang merendam area parkir RS Urip Sumoharjo pada 14 April 2026 serta meninggalnya teknisi listrik bernama Qori Fadil Hidayat saat bertugas pada 7 Juli 2026 lalu.

Banjir yang melanda Bandar Lampung pada pertengahan April lalu melumpuhkan sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum. Kawasan sekitar RS Urip Sumoharjo dan RSUD Abdul Moeloek sempat terendam, mengancam akses darurat dan evakuasi medis. BAGINDA menilai kejadian ini memperlihatkan lemahnya kapasitas mitigasi risiko pada fasilitas pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi objek vital.

Insiden kedua yang tak kalah tragis adalah meninggalnya Qori Fadil Hidayat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, teknisi listrik yang baru sekitar dua bulan bekerja itu diduga terjatuh dari ketinggian saat menjalankan tugas. Hingga saat ini, manajemen RS Urip Sumoharjo dinilai belum memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai kronologi kecelakaan kerja tersebut.

Ketua BAGINDA dalam berbagai kesempatan sebelumnya menegaskan bahwa organisasinya berkomitmen mengawal isu-isu publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk tata kelola pelayanan kesehatan dan energi.

Berdasarkan analisis normatif terhadap prinsip good governance dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), BAGINDA menyimpulkan adanya indikasi kelemahan sistemik di RS Urip Sumoharjo. Organisasi ini mendesak manajemen rumah sakit untuk:

  1. Melakukan evaluasi independen terhadap sistem tata kelola keselamatan.
  2. Menggelar audit menyeluruh terhadap sistem drainase, mitigasi bencana, dan implementasi standar K3.
  3. Mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai langkah evaluasi dan perbaikan.

BAGINDA juga menyoroti sikap manajemen yang dinilai "bungkam" pasca insiden kematian teknisi listrik. Hal ini dinilai mencederai prinsip akuntabilitas publik, terutama bagi keluarga korban yang berhak mendapatkan kepastian.

"Rumah sakit yang baik bukan hanya mampu mengobati penyakit, tetapi juga mampu melindungi setiap orang yang bekerja, berobat, maupun berada di dalamnya," demikian pernyataan sikap BAGINDA.

Aksi ini merupakan seruan moral agar keselamatan manusia tidak lagi diposisikan sebagai variabel yang dapat dinegosiasikan.

(Edi)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.