HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat lumbung pangan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem dan fenomena El Nino.
Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Firyansyah, menegaskan bahwa kondisi kemarau ekstrem dan El Nino menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Yayan Firyansyah menyampaikan bahwa perubahan iklim bukan sekadar isu global, melainkan tantangan nyata yang kini dirasakan bersama.
“Hadirin yang saya hormati, perubahan iklim bukan sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan bersama. Pola musim yang semakin sulit diprediksi, curah hujan yang tidak menentu, hingga meningkatnya risiko kekeringan merupakan dampak yang harus diantisipasi secara serius,” ujar Yayan.
Yayan mengatakan, fenomena El Nino yang terjadi secara berkala telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan dan aktivitas masyarakat.
“Fenomena El Nino telah berdampak terhadap berbagai sektor pembangunan. Debit sungai mulai menurun, proses penyusutan cadangan air terjadi lebih cepat, kebutuhan air baku meningkat, dan pada akhirnya aktivitas pertanian, industri, perkebunan, peternakan, pembangkit tenaga listrik, hingga sektor usaha lainnya turut terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan, penguatan sumber daya serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi fenomena kemarau panjang.
“Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air harus menjadi tanggung jawab bersama. Presiden Republik Indonesia juga telah menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan air nasional. Pada tanggal 10 Juli 2026, Presiden meresmikan lima bendungan secara serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sumber daya air nasional,” jelasnya.
Yayan juga mengajak pelaku usaha dari berbagai sektor untuk berkontribusi melalui forum tersebut dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh perusahaan yang hadir untuk berpartisipasi secara aktif dengan menyampaikan data yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mendukung proses verifikasi apabila diperlukan. Partisipasi tersebut merupakan bentuk kontribusi dunia usaha dalam membangun ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.”
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum sosialisasi semata, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat antara Pemerintah Provinsi Lampung, instansi terkait, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” tutupnya.
(Jof)