HARIANKANDIDAT.CO.ID - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung, Erwin, menegaskan bahwa pada perubahan APBD 2025 pihaknya tidak melakukan penambahan anggaran, melainkan melakukan efisiensi. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan tercatat sebesar Rp180 juta lebih.
"Target-target yang sudah ditetapkan tetap akan kami laksanakan. Untuk target PAD juga tidak akan berkurang, bahkan diupayakan meningkat demi pembangunan di Kota Bandar Lampung," ujar Erwin.
Terkait pengelolaan Pasar Gudang Lelang, Erwin menjelaskan bahwa saat ini masih dikelola pihak ketiga berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang berlaku hingga 2027. Namun, sesuai arahan kebijakan Wali Kota, tidak menutup kemungkinan ke depan pasar tersebut akan kembali dikelola langsung oleh Disdag.
"Kalau nanti setelah kontraknya habis dan agar pendapatan lebih maksimal, kemungkinan akan dikelola langsung oleh Dinas Perdagangan. Tapi tentu kami menunggu arahan Wali Kota," jelasnya.
Erwin juga menegaskan perlunya pengamanan terhadap potensi PAD agar kejadian wanprestasi di masa lalu tidak terulang.
"Sebetulnya itu bukan pungli, melainkan retribusi sesuai kesepakatan. Hanya saja ada pihak ketiga yang tidak menunaikan kewajibannya," tegasnya.
Selain Pasar, Erwin menjelaskan bahwa ada aspek lain yang pengelolaannya berada di luar Disdag, seperti sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta parkir yang ditangani Dinas Perhubungan. Untuk pasar yang dikelola Pemkot sendiri.
Terkait kemungkinan adanya perubahan tarif sewa apabila Pasar Gudang Lelang nanti dikelola Pemkot, Erwin belum bisa memastikan. Namun, ia berharap pelayanan dapat lebih baik.
"Mudah-mudahan kalau nanti dikelola kota, pelayanannya akan lebih maksimal dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," tutupnya.
(Yud)