Ada Praktik Terorganisir di Balik Eksploitasi Anak di Balam

Redaksi Harian Kandidat - Senin, 04 Mei 2026 - 15:44 WIB
Ada Praktik Terorganisir di Balik Eksploitasi Anak di Balam
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, angkat bicara terkait masih maraknya praktik eksploitasi anak yang dijadikan alat untuk mengemis di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandar Lampung.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun, meskipun dilatarbelakangi faktor ekonomi.

"Praktik eksploitasi anak di Kota Bandar Lampung secara tegas tidak dibenarkan. Anak-anak harus mendapatkan perlindungan penuh, terutama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan tumbuh kembang yang layak,"ujar Suhada saat dimintai tanggapan, (4/5).

Menurutnya, fenomena ibu-ibu yang menggendong balita sambil Mengemis di persimpangan lampu merah bukan sekadar persoalan sosial, melainkan sudah masuk ranah pelanggaran hukum yang harus segera ditindak oleh aparat terkait.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah melalui dinas teknis, seperti Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), harus meningkatkan pengawasan serta melakukan penertiban secara berkelanjutan.

"Ini bukan hanya soal ketertiban umum, tetapi soal perlindungan anak. Tidak boleh ada pembiaran. Jika ditemukan unsur eksploitasi, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Suhada juga menyoroti adanya kemungkinan praktik yang lebih kompleks di balik fenomena tersebut, termasuk dugaan keterlibatan pihak tertentu yang memanfaatkan anak-anak demi meraih keuntungan ekonomi.

"Kalau memang ada indikasi praktik terorganisir, ini harus diusut tuntas. Jangan sampai anak-anak dijadikan alat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Selain penindakan, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat pendekatan preventif melalui pembinaan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan.

"Solusinya tidak cukup hanya penertiban. Harus ada pembinaan dan intervensi sosial agar keluarga tidak lagi menjadikan anak sebagai alat untuk mencari nafkah di jalan," jelasnya.

Lebih lanjut, Suhada mengingatkan masyarakat agar tidak secara langsung memberikan uang kepada anak-anak atau pengemis yang membawa balita di jalanan, karena hal tersebut justru berpotensi memperkuat praktik eksploitasi.

"Kepedulian masyarakat penting, tapi harus disalurkan dengan tepat. Memberi di jalan justru bisa memperpanjang rantai eksploitasi," pungkasnya.

(Okt)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.