HARIANKANDIDAT.CO.ID – Dugaan peredaran narkoba di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung terus menuai perhatian publik. Pasalnya, hingga kini pihak manajemen hotel berbintang lima tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait kasus yang menyeret salah satu fasilitas hiburannya, Astronom Karaoke.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sebelumnya melakukan operasi penangkapan dan berhasil mengamankan 11 orang yang diduga tengah berpesta narkoba di ruang karaoke hotel tersebut.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai lemahnya pengawasan di lingkungan Hotel yang selama ini dikenal sebagai landmark perhotelan mewah di Kota Tapis Berseri.
Upaya media hariankandidat.co.id, untuk meminta penjelasan langsung dari manajemen Hotel sejauh ini tidak membuahkan hasil.
Saat pertama kali mendatangi lokasi, pihak Hotel tidak menghadirkan seorang pun perwakilan, baik dari manajemen maupun humas. Alasan yang disampaikan, pihak berwenang disebut sedang tidak berada di tempat.
Tidak berhenti di situ, keesokan harinya tim media kembali mendatangi Grand Mercure untuk mengonfirmasi kebenaran informasi mengenai dugaan maraknya peredaran narkoba di lingkungan Hotel. Namun, situasi serupa kembali terulang.
Sejumlah pegawai dan petugas keamanan justru terlihat saling berkoordinasi menggunakan handy talky (HT) saat awak media datang.
Ironisnya, seorang petugas keamanan Hotel sempat terdengar menyampaikan instruksi melalui HT agar awak media tidak dilayani.
"Ngapain mereka ke sini, bilang saja lagi tidak ada,"ucap salah seorang staf keamanan yang tertangkap jelas oleh telinga awak media.
Sikap tertutup pihak Hotel tersebut menimbulkan kesan kuat bahwa manajemen enggan transparan dalam menyikapi dugaan serius yang telah mencoreng citra mereka.
(Yud)