HARIANKANDIDAT.CO.ID - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, keberatan terhadap wacana penggantian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan dalam bentuk uang tunai.
Menurutnya, kebijakan tersebut berisiko menyalahi tujuan utama dari program yang dirancang untuk memastikan anak sekolah memperoleh asupan gizi sesuai standar kesehatan.
"Asas utamanya adalah gizi anak. Kalau diganti dengan Uang Tunai, saya secara pribadi kurang setuju, kata Asroni saat dimintai tanggapan, Rabu (24/9).
Asroni menilai jika bantuan disalurkan dalam bentuk Uang Tunai, peluang penyalahgunaan akan semakin besar, tidak ada jaminan uang tersebut akan benar-benar dipakai untuk membeli makanan bergizi sebagaimana mestinya.
"Ada resiko uang digunakan untuk hal lain oleh keluarga. Tujuan gizi bisa meleset, padahal program MBG bukan hanya sekadar mengenyangkan, tapi memastikan anak benar-benar mendapat makanan dengan standar gizi tertentu," tegasnya.
Asroni juga mengingatkan bahwa kontrol kualitas akan hilang apabila MBG dialihkan ke skema uang tunai.
"Kalau dalam MBG makanan bisa dipantau gizinya. Ada standar menu yang ditentukan, bahkan bisa dilihat langsung oleh sekolah atau orang tua. Tapi kalau berupa uang, kualitasnya sulit dipastikan," tambahnya
Wacana pengalihan MBG ke bentuk uang tunai muncul sebagai opsi alternatif teknis penyaluran bantuan. Namun, menurut Asroni, usulan tersebut tidak sejalan dengan esensi program.
"Jangan sampai niat baik program ini bergeser hanya karena alasan teknis. Kita bicara soal kesehatan anak-anak, bukan sekadar bantuan uang,"tutupnya.
(Yud)