HARIANKANDIDAT.CO.ID — Rangkaian pencurian sepeda motor kembali membayangi Universitas Lampung (Unila).
Satu unit motor milik mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dilaporkan hilang di kawasan lapangan kampus, informasi tersebut diperoleh melalui penelusuran lapangan yang mencatat motor raib sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (24/11/2025).
Pantauan tim media Hariankandidat.co.id di lokasi menunjukkan kawasan dalam kampus terbuka tanpa penyaringan akses. Masyarakat umum bebas keluar-masuk Kampus Hijau tersebut tanpa pemeriksaan, sementara palang pintu di bundaran utama tampak tidak berfungsi.
Di depan lapangan Unila, puluhan motor juga terlihat terparkir di bahu jalan tanpa pengawasan petugas keamanan. Kondisi ini memicu keresahan mahasiswa yang menilai lingkungan kampus semakin tidak aman.
“Siapa saja bisa masuk, sudah kayak pasar bebas. Masyarakat manapun dan kapan pun bisa masuk Unila,” ujar seorang mahasiswa Fakultas Teknik yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pencurian pada Senin itu bukan kejadian pertama dalam pekan yang sama. Pada Sabtu, 22 November 2025, sebuah Honda Vario 125 milik pelajar Tondi Satria Muhammad Nurul juga hilang di area parkir Kolam Renang Unila. Polisi menyebut pelaku diduga profesional karena mampu merusak rumah kunci dan membawa kabur motor di tengah keramaian tanpa menimbulkan kecurigaan. Kerugian ditaksir mencapai Rp16,5 juta.
Polisi kini menelusuri jejak kendaraan berdasarkan nomor rangka dan mesin.
Kanit SPKT Regu III Polsek Kedaton, Aiptu Zainal Fanany, membenarkan laporan tersebut dan menyebut penyelidikan masih berlangsung.
Keluarga korban, Ulil Fitriah, mengungkapkan fakta mencengangkan: Motor Tondi bukan satu-satunya yang hilang pada hari itu.
“Per hari ini sudah tiga motor yang hilang di Unila,” kata Ulil.
Dua Motor lainnya dilaporkan lenyap di pelataran Rektorat. Data ini dikuatkan Polsek Kedaton yang menerima tiga laporan kehilangan dari lingkungan kampus dalam waktu berdekatan.
Ulil juga menyesalkan minimnya respons dari pihak kampus. Ia menyebut pihak Unila hanya menyerahkan rekaman CCTV kolam renang tanpa tindak lanjut.
“Keamanan tidak ada yang jaga, padahal pengunjung kolam renang bayar tiket masuk Rp20 ribu,” ujarnya.
Serangkaian kejadian ini menggambarkan celah sistemik dalam tata kelola keamanan kampus: akses terbuka tanpa kontrol, palang pintu tak berfungsi, area parkir tanpa penjagaan, dan minim respons ketika kasus terjadi. Situasi tersebut membuka ruang gerak yang leluasa bagi pelaku Pencurian.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, saat dikonfirmasi Hariankandidat.co.id pada Sabtu (22/11/2025) malam, memberikan tanggapan singkat.
“Saya koordinasi dulu ya. Terima kasih laporannya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum tampak langkah konkret dari pihak kampus untuk memperbaiki sistem keamanan maupun memulihkan rasa aman mahasiswa. Sementara penyelidikan polisi masih berjalan, mahasiswa diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di area parkir terbuka yang selama ini menjadi titik rawan.
(Hen)