HARIANKANDIDAT.CO.ID — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung mengakibatkan banjir di sejumlah titik, di antaranya Jl Pembangunan A5 Way Dadi, Jl Pulau Singkep belakang UIN Raden Intan, Kimaja, Gunung Sulah, Way Halim, hingga kawasan Pulau Morowali.
Banjir tersebut menuai beragam komentar dari warga,sebagian masyarakat menilai penyebab utama genangan air dipicu oleh drainase yang tersumbat serta adanya peninggian badan jalan yang menghambat aliran air.
Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Way Dadi, Sopyan, menjelaskan bahwa khusus untuk wilayah Jl Pembangunan A5, secara kawasan tersebut merupakan daerah rawa, Seiring dengan pesatnya pembangunan dan berdirinya bangunan-bangunan permanen, daya resap air di kawasan tersebut pun semakin berkurang.
"Dulu wilayah itu rawa-rawa. Sekarang sudah banyak bangunan, sehingga resapan air berkurang,selain itu, Drainase di wilayah tersebut memang masih kurang memadai," ujar Sopyan.
Ia menambahkan, pihak kelurahan telah melakukan sejumlah upaya, seperti kegiatan bersih-bersih lingkungan dan memperlancar aliran air pada saluran Drainase yang tersumbat guna meminimalisir genangan.
Sopyan juga menyoroti dampak pembangunan Jalan Ryacudu jalur dua. Menurutnya, sebelum dilakukan pelebaran dan pembagusan jalan tersebut, wilayah Way Dadi tidak pernah mengalami Banjir.
"Setelah adanya jalur dua Jl Ryacudu, terjadi penyempitan gorong-gorong dan drainase,hal ini yang menyebabkan air sering menggenang bahkan Banjir sampai sekarang," jelasnya.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa Banjir yang terjadi umumnya tidak berlangsung lama. Genangan air biasanya surut dalam waktu sekitar 30 menit hingga satu jam setelah hujan reda.
"Yang terdampak justru rumah-rumah lama karena posisinya lebih rendah. Kalau bangunan baru rata-rata tidak terdampak Banjir," katanya.
Terkait solusi jangka panjang, Sopyan mengaku berhati-hati dalam menyampaikan pendapat karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan,namun demikian, pihak kelurahan memastikan kesiapan untuk membantu warga yang terdampak.
"Kami dari kelurahan siap membantu warga, baik dalam pembersihan pasca Banjir maupun penyedotan air di lokasi yang terdampak," pungkasnya.
(JML)