HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 417 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, tidak terdapat korban meninggal dunia, sehingga angka kematian (fatality rate) DBD tercatat nol persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temanggung, mengatakan bahwa lonjakan kasus DBD paling tinggi terjadi pada awal tahun, tepatnya Januari 2025.
"Kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 58 kasus. Setelah itu, angkanya cenderung menurun hingga akhir tahun," ujar Muhtadi, (14/1/2026).
Ia merinci, pada Februari tercatat 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, dan Mei 42 kasus. Tren penurunan berlanjut pada Juni dengan 31 kasus serta Juli sebanyak 26 kasus.
Memasuki Agustus, jumlah kasus sempat mengalami kenaikan menjadi 28 kasus, kemudian kembali menurun pada September dan Oktober yang masing-masing mencatat 20 kasus. Pada November tercatat 28 kasus, sementara Desember menjadi bulan dengan jumlah kasus terendah, yakni 9 kasus.
Muhtadi menegaskan, selama periode Januari hingga Desember 2025, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung telah menangani pasien DBD secara cepat dan sesuai prosedur medis.
"Total kasus sepanjang tahun sebanyak 417 kasus, dan alhamdulillah tidak ada kematian. Dengan demikian, fatality rate DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2025 adalah nol persen," tegasnya.
Meski capaian tersebut dinilai positif, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyebaran Dbd.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama di musim hujan seperti saat ini," pungkas Muhtadi.
(Okt)