Pendidikan Murah, Masa Depan Dipertaruhkan

Redaksi - Minggu, 25 Jan 2026 - 20:32 WIB
Pendidikan Murah, Masa Depan Dipertaruhkan
Pendidikan tidak boleh dijalankan setengah-setengah. Siswa berhak belajar utuh, guru berhak hidup sejahtera. - Aldi Pamungkas
Advertisements

Oleh : Aldi Pamungkas, Aktivis Pendidikan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Pendidikan merupakan nyawa bagi republik bangsa ini, karna pendidikan adalah usaha manusia untuk mengembangkan kemampuan baik di bidang rohani dan juga jasmani. Maka pendidikan harusnya menjadi pusat perhatian yang lebih serius. Berbeda dengan realita di kota sang bumi ruwai jurai  yang dimana pendidikan kerap kali di salah gunakan oleh segelintir oknum yang berwenang.

SMA Siger Bandar Lampung adalah kebijakan Pemerintah Kota, sekaligus menjadi cerminan dalam upaya menghidupkan republik ini. Dimana pengelolaan sistem pembelajaran tak lagi dijadikan kajian secara mendalam. 

Fatalnya siswa SMA Siger tidak mendapatkan pendidikan yang layak dengan proses pembelajaran yang hanya di berikan selama 4 jam. Tak hanya itu, dengan waktu yang sesingkat itu, dalam mekanisme pembelajaran Guru kerap kali absen dalam proses pembelajaran,hal itu juga besebrangan dengan UU No.14 Tahun 2005.

Pasal tersebut menegaskan bahwa Guru tidak boleh bertindak diskriminatif (latar belakang). SMA Siger merupakan program pemerintah kota Bandar Lampung yang di peruntukkan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. 

Ironisnya, jikalau kemudian hal yang mendasari Guru-guru tersebut adalah faktor lain,seperti yang di rilis oleh beberapa media tentang gaji Guru SMA tersebut hanya mencapai kisaran 200-300 rupiah dan dilakukan secara manual.

Hal ini terindikasi adanya kecacatan dalam sistem pengelolaan, yang tidak melihat dari pada kesejahteraan Siswa juga kepada tenaga Pendidiknya.

Sebagai Aktivis pendidikan kita harus lebih kritis dalam melihat kondisi pendidikan hari ini, terutama yang terjadi pada SMA Siger Bandar Lampung, dimana Siswa tidak mendapat pendidikan secara utuh dan kesejahteraan para Guru menjadi kekhawatiran di Republik ini.

Keseriusan dalam mengawal isu ini harus di jaga. Sehingga Siswa mendapatkan haknya dan tenaga pendidik mendapatkan kesejahteraannya.

Pendidikan adalah alat Rakyat untuk memerdekakan diri dari kebodohan,dan juga kemiskinan nalar.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source: Redaksi

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.