HARIANKANDIDAT.CO.ID – Dinamika politik internal Partai Demokrat Lampung menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI semakin dinamis.
Munculnya empat nama yang disebut siap menantang petahanan Edy Irawan Arief dalam perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung dinilai sebagai bagian dari proses konsolidasi politik menghadapi agenda Pemilu mendatang.
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Candrawansah mengatakan, kemunculan sejumlah kandidat menunjukkan adanya semangat kader untuk mengambil peran dalam membesarkan partai di tingkat daerah.
"Politik sangat dinamis, apalagi tahapan Pemilu semakin mendekat. Tidak terasa nanti kita akan memasuki masa sekitar 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Situasi seperti ini membuat partai-partai mulai melakukan konsolidasi internal," kata Candrawansah. Minggu (21/06)
Menurutnya, hadirnya sejumlah figur yang siap maju dalam Musda dapat dimaknai sebagai adanya keinginan kader untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perkembangan Partai Demokrat di Lampung.
Meski demikian, Candrawansah menilai proses pemilihan ketua partai politik saat ini tidak sepenuhnya ditentukan oleh dinamika di tingkat daerah. Ia menyoroti kuatnya peran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam menentukan arah kepemimpinan partai di daerah.
"Kita sering mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi, tetapi dalam praktiknya ketua partai politik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi sangat ditentukan oleh DPP. Faktor kedekatan dengan Ketua Umum atau elite pusat sering kali menjadi penentu utama," ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa pada masa lalu aspirasi pengurus di tingkat bawah memiliki pengaruh yang lebih besar dalam menentukan pemimpin partai. Namun saat ini, menurutnya, keputusan DPP menjadi faktor yang sangat dominan.
"Dulu pengurus di bawah memilih lalu tingkat di atasnya menetapkan berdasarkan aspirasi tersebut. Sekarang kecenderungannya lebih banyak ditentukan oleh pusat, sementara proses di bawah sering kali hanya menjadi formalitas untuk menunjukkan adanya penyerapan aspirasi kader," tambahnya.
Terkait figur-figur yang muncul sebagai penantang petahana, Candrawansah menilai masing-masing memiliki modal politik yang berbeda. Salah satunya Budiman AS yang dinilai memiliki pengalaman panjang di Partai Demokrat.
"Budiman AS sudah berpengalaman memimpin DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung, dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung, dan pernah menjabat Ketua DPRD Kota Bandar Lampung. Itu tentu menjadi modal politik tersendiri," katanya.
Namun, jika melihat konfigurasi politik yang berkembang saat ini, Candrawansah berpendapat peluang petahana Edy Irawan Arief masih cukup besar untuk kembali memimpin Demokrat Lampung. Menurutnya, salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan adalah kedekatan Edy Irawan Arief dengan yang memiliki posisi strategis di tingkat nasional.
"Kalau melihat situasi saat ini, tentu Edy Irawan Arief memiliki peluang yang cukup besar karena ada faktor Andi Arief di DPP. Bahkan jika nantinya Edy memutuskan tidak melanjutkan kepemimpinan, figur yang mendapatkan dukungan atau restunya juga berpotensi memiliki peluang besar," pungkasnya.
(Okt)