HARIANKANDIDAT.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Budiman AS mengajak masyarakat untuk merawat persatuan dan hidup rukun damai di tengah derasnya arus perubahan sosial yang terus menggerus nilai kebangsaan.
Budiman mengatakan, bahwa sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan perlu diterapkan dilingkungan warga tentang kondisi bangsa hari ini, yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.
“Perubahan teknologi bergerak cepat, tapi moral kita tertinggal. Gadget memang memudahkan hidup, tapi juga membuka pintu bagi masalah besar. Geng motor, narkoba, bahkan terorisme hari ini bisa lahir dari layar ponsel,” kata Budiman kepada media. Minggu (01/02)
Anggota Komisi I DPRD Lampung menerangkan, pudarnya nilai Pancasila bukan sekadar isu abstrak, melainkan persoalan nyata yang dampaknya sudah terasa di tengah masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan kembali Pancasila mulai dari lingkungan terkecil.
“Pancasila jangan berhenti di hafalan. Ia harus hidup di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sosial. Kalau keluarga kuat, lingkungan kuat, maka bangsa ini juga kuat,” tegasnya.
Budiman menjelaskan, sejumlah kesalahpahaman publik terkait kewenangan pemerintah. Ia menilai, minimnya pemahaman sering memicu salah sasaran kritik.
“Contohnya soal jalan rusak di Bandar Lampung. Itu kewenangan wali kota, bukan provinsi. Pemerintah provinsi bekerja dalam skala provinsi, sementara jalan nasional seperti Pangeran Antasari itu anggarannya dari pusat,” jelasnya.
Sementara, akademisi Universitas Lampung Darmawan Purba mengungkapkan, jika Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri di tengah keberagaman.
“Kalau pondasinya kuat, bangunan bangsa ini tidak mudah roboh. Pancasila itulah yang membuat kita bisa hidup berdampingan, tanpa saling mempersoalkan perbedaan suku, agama, maupun latar belakang,” ujarnya.
Menurut Darmawan, ideologi Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol negara.
"Melainkan harus hadir dalam sikap sehari-hari saling menghormati, menjunjung keadilan, dan mengutamakan persatuan," tandasnya.
(Gung)