HARIANKANDIDAT.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi) Lampung mengukuhkan komitmennya dalam mencetak generasi advokat muda melalui penyelenggaraan Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca) IV. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Muda Sebagai Garda Terdepan Advokasi dengan Mengimplementasikan Intelektualitas Pengawalan Hukum” tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) MAN 1 Bandar Lampung, dihadiri oleh perwakilan lintas instansi dan puluhan mahasiswa.
Acara ini menarik minat besar dengan jumlah pendaftar melebihi 100 orang. Secara fisik, kegiatan diikuti oleh sekitar 70 peserta yang merupakan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi ternama di Lampung, antara lain Universitas Lampung (Unila), Universitas Malahayati, Universitas Terbuka (UT), dan UIN Raden Intan Lampung.
Pembukaan Maperca IV mendapat apresiasi dan kehadiran langsung dari sejumlah pejabat penting, mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap peran Permahi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut H. Zulkarnain (Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung), Mutalib (mewakili Kapolda Lampung), Budi Sartini (mewakili Pangdam II/Sriwijaya), dan Wahyu Widayat (mewakili Kapolresta Bandar Lampung).
Dalam sambutannya, Ketua DPC Permahi Lampung, Tri Rahmadona, menegaskan bahwa kehadiran dan peran organisasi ini sangat krusial di tengah kondisi Provinsi Lampung yang masih dihadapkan pada beragam ketimpangan sosial dan hukum.
“Provinsi Lampung membutuhkan Permahi. Kita harus memiliki peran penting dalam memperbaiki tatanan di daerah ini. Maperca bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk melanjutkan estafet generasi dan memperbesar kekuatan kita dalam melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan,” tegas Tri, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, tema yang diangkat merupakan bentuk pendidikan dan penguatan pemahaman bagi calon kader, khususnya dalam proses pengawalan hukum. Tujuannya adalah membentuk kader yang matang dalam advokasi dan mampu berperan aktif mengawal persoalan hukum di Lampung.
“Lampung masih memikul persoalan ketimpangan hingga kepastian hukum, serta berbagai proses pemeriksaan yang wajib kita kawal bersama. Militansi kader dalam mengawal isu-isu hukum adalah kunci utama organisasi,” ujarnya.
Usai acara, Tri Rahmadona menyampaikan harapannya agar Maperca IV mampu melahirkan Kader-kader baru yang berintegritas tinggi dan siap berkontribusi nyata.
“Harapan saya, melalui kegiatan ini, para kader menjadi lebih matang dalam hal advokasi dan pengawalan hukum di Lampung. Intelektualitas mereka harus diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tutup Tri.
Kegiatan Maperca IV ini menjadi penanda dimulainya proses kaderisasi intensif untuk menyiapkan generasi penerus yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menegakkan keadilan dan kepastian hukum di masyarakat Lampung.