HARIANKANDIDAT.CO.ID - Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Upaya ini dilakukan mengingat kedua momentum tersebut berlangsung berdekatan, sehingga diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan masyarakat secara signifikan.
Lonjakan kebutuhan bahan pokok diprediksi mulai terasa setelah momentum Natal dan Tahun Baru. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengambil langkah pengendalian sejak dini guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pihaknya merencanakan pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah sebagai bentuk intervensi langsung di tingkat masyarakat. Program tersebut dijadwalkan berlangsung di 20 kecamatan selama bulan Ramadan.
Menurut Erwin, Pasar Murah menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah potensi kenaikan harga.
"Tujuan Pasar Murah ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga inflasi tetap terkendali," ujar Erwin.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Bandar Lampung dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi daerah dan membantu masyarakat menghadapi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.
Dalam pelaksanaannya, Pasar Murah akan menyediakan berbagai bahan pokok penting, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, serta tepung terigu yang biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang Lebaran.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap program ini dapat menahan gejolak harga di pasaran serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan Pasar Murah sesuai kebutuhan agar distribusi bahan pokok dapat berjalan merata dan tepat sasaran.
Melalui langkah antisipatif ini, pemerintah daerah berharap stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat dapat menjalani Ramadan serta Idulfitri dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
(Okt)