Asroni Paslah Prihatin Penusukan Siswa SMPN 44

Redaksi Harian Kandidat - Selasa, 26 Mei 2026 - 13:41 WIB
Asroni Paslah Prihatin Penusukan Siswa SMPN 44
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penusukan yang menimpa seorang siswa kelas VII SMPN 44 Bandar Lampung usai pelaksanaan ujian.

Menurut Asroni, kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan terkait meningkatnya potensi kekerasan di lingkungan pelajar.

"Kejadian ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Dunia pendidikan kita sedang menghadapi tantangan serius terkait pembinaan karakter, pengawasan lingkungan sekolah, dan pergaulan anak-anak," ujarnya, Selasa (26/5).

Ia menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar serta berkembang, bukan justru menjadi ruang yang memunculkan rasa takut akibat kekerasan antar pelajar.

Karena itu, Asroni meminta seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan dan lebih fokus pada langkah pencegahan serta pembenahan sistem pengawasan terhadap siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan karakter tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam proses pendidikan sehari-hari di sekolah.

"Kita tidak bisa hanya fokus pada capaian akademik, sementara aspek moral, mental, dan pengawasan sosial anak diabaikan. Jangan sampai kekerasan di kalangan pelajar terus berulang dan menjadi budaya yang dianggap biasa," tegasnya.

Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pembinaan siswa di sekolah-sekolah.

Evaluasi tersebut, lanjutnya, perlu mencakup penguatan layanan konseling, pendidikan anti-bullying, hingga pengawasan terhadap aktivitas kelompok pelajar yang berpotensi memicu konflik dan tindak kekerasan.

Selain itu, Asroni juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Ia berharap proses hukum dapat berjalan dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak karena para pihak masih berstatus pelajar.

"Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama agar sekolah di Kota Bandar Lampung benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," pungkasnya.

(Okt)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.