Damkarmat Lamsel Minta BTB Aktif Soal Karhutla

Redaksi Harian Kandidat - Minggu, 06 Sep 2026 - 19:32 WIB
Damkarmat Lamsel Minta BTB Aktif Soal Karhutla
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, meminta pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (BTB) berperan aktif dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan di sepanjang ruas tol.

Sefri mengatakan, pihak pengelola tol tidak menunggu permintaan petugas Damkar ketika kebakaran sudah terjadi. Upayakan pihak tol dapat memadamkan api secara mandiri sebelum api menjadi besar. Disamping itu, guna mengantisipasi api membesar dan membutuhkan air yang lebih dari satu tangki, pihaknya berharap agar mendapat dukungan armada water tank sebagai langkah antisipasi dan penanganan keadaan darurat.

"Kami khawatir lahan yang terbakar areanya luas, sehingga membutuhkan pasokan air yang cukup. Jika isi ulang airnya kami harus kembali ke pos untuk isi air, api akan kembali membesar," jelas Sefri. Minggu (07/09)

Bahkan, kata dia, seharusnya Tol BTB membantu menyediakan air, guna membantu tim damkar untuk memadamkan api yang berada di sekitar pinggiran Tol.

"Jadi saya berharap, pihak tol juga menyiapkan tangki air untuk memasok kendaraan kami jika satu tangki tidak cukup untuk memadamkan api,"tambah Sefri.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah kebakaran lahan terjadi di sekitar Tol KM 86 A, Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).

Menurut Sefri, kondisi cuaca saat ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Minimnya curah hujan dan kondisi panas yang berlangsung lebih panjang menyebabkan vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

“Dampak dari El Nino ini kan curah hujan sangat sedikit, kemudian panasnya lebih panjang dan kering,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh pengguna jalan maupun masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok, khususnya di area semak belukar dan lahan kering.

“Membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar atau membuang puntung rokok di semak belukar yang kering akan mudah memicu terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan.

“Siapapun itu, jangan buang puntung rokok sembarangan. Termasuk di sepanjang jalan tol. Atau membakar sampah tanpa adanya pengawasan,” tegasnya.

Namun, pencegahan menurut Sefri tidak cukup hanya dengan imbauan. Pengelola jalan tol juga dinilai perlu memperkuat sarana pendukung pemadaman.

Ia menyarankan pengelola tol memasang banner imbauan di rest area hingga memanfaatkan pengeras suara untuk mengingatkan pengguna jalan terkait bahaya kebakaran.

“Banyak langkah yang dapat dilakukan saya kira. Memberikan imbauan lewat banner yang mungkin diletakkan di rest area. Memberikan imbauan lewat pengeras suara di rest area,” katanya.

“Dan satu hal lagi, mungkin menyediakan tangki air guna membantu suplai air untuk Damkar apabila pemadaman tidak cukup dengan satu tangki,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan water tank sangat penting karena petugas Damkar bisa kehilangan waktu apabila harus kembali ke pos hanya untuk mengisi ulang air.

“Jika kami harus kembali ke pos untuk pengisian ulang air, kan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Api bisa kembali membesar,” jelasnya.

Sefri menegaskan penanganan kebakaran di sekitar jalan tol membutuhkan sinergitas seluruh pihak. Terlebih, kondisi lahan yang kering dapat membuat api cepat menjalar.

“Inilah perlunya sinergitas semua pihak dalam menghadapi situasi darurat kebakaran,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kesiapsiagaan pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dipertanyakan.

Pasalnya, pada Senin (31/8/2026), kebakaran lahan terjadi di sekitar Tol KM 86 A, Lampung Selatan. Di tengah api yang disebut mulai membesar dan melebar, petugas pemadam kebakaran justru sempat meminta bantuan armada water tank untuk mengatasi kobaran api.

Peristiwa tersebut tercatat dalam laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan melalui Posko Jati Agung.

Laporan menyebutkan kebakaran dilaporkan oleh Fahmi, pegawai tol, pada pukul 12.11 WIB. Dua menit kemudian, pukul 12.13 WIB, personel Posko Jati Agung bergerak menuju lokasi.

(Vrg)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.