Kemarau Panjang dan Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Lampung Ajak Warga Perbanyak Muhasabah

Redaksi Harian Kandidat - Kamis, 10 Sep 2026 - 12:57 WIB
Kemarau Panjang dan Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Lampung Ajak Warga Perbanyak Muhasabah
Kemarau Panjang, Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Bermuhasabah dan Berdoa. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk memperbanyak muhasabah, introspeksi diri, dan memanjatkan doa di tengah kondisi kemarau panjang serta erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri doa bersama dan shalat istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung. 

Mengusung tema “Mari Tundukkan Hati, Bersama dalam Doa, Memohon Turunnya Hujan sebagai Rahmat, serta Keselamatan dan Keberkahan bagi Kita Semua”, shalat istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan sebagai rahmat dari Allah SWT, sekaligus keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Lampung.

“Beberapa waktu ini kita merasakan bersama, daerah kita, Provinsi Lampung yang kita cintai ini sedang diuji dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga kemarau yang panjang,” ujarnya Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, dampak Kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah sumber air mulai mengering, pasokan air untuk lahan pertanian berkurang, sementara debu dan panas ekstrem turut berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut perlu menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk melakukan Muhasabah dan introspeksi diri.

“Dalam Islam, tentunya musibah kekeringan ini bukan hanya fenomena alam biasa. Ini adalah saatnya kita semua untuk bermuhasabah, untuk introspeksi diri,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk menghadapi kondisi tersebut.

Langkah-langkah itu meliputi mitigasi terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, penanganan kekeringan dan kebakaran, serta penyampaian informasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan.

Namun, mengingatkan bahwa berbagai upaya manusia tetap memiliki keterbatasan. Karena itu, ikhtiar lahiriah harus berjalan beriringan dengan doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Sebesar apa pun ikhtiar pemerintah, sebesar apa pun ikhtiar masyarakat, sebesar apa pun ikhtiar seluruh makhluk di muka bumi ini, kita tetap memiliki keterbatasan,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat istisqa bukan sekadar upaya memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala kekhilafan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Mari bersama-sama dengan hati yang tulus, dengan hati yang ikhlas, tidak ada kebencian, tidak ada dendam, tidak ada hasrat, tidak ada dengki. Dengan niat tobat, dengan hati yang ikhlas, mari kita ketuk pintu langit dengan doa-doa yang tulus,” pungkasnya.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.