BI Lampung Imbau Masyarakat Teliti Uang Tunai, Kenali Cara Cek Keaslian Rupiah

Redaksi Harian Kandidat - Selasa, 20 Okt 2026 - 18:13 WIB
BI Lampung Imbau Masyarakat Teliti Uang Tunai, Kenali Cara Cek Keaslian Rupiah
Bank Indonesia Perwakilan Lampung mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, menyusul temuan ribuan lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu di Bakauheni. - Dokumentasi
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID — Bank Indonesia Perwakilan Lampung mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai. Imbauan tersebut disampaikan menyusul temuan ribuan lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu dalam pengungkapan kasus di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap keaslian Rupiah dengan menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Pada tahap dilihat, masyarakat dapat memperhatikan warna, gambar, tulisan, serta detail visual yang terdapat pada uang. Perbedaan yang terlihat secara kasatmata dapat menjadi petunjuk awal untuk lebih berhati-hati.

Selanjutnya, uang dapat diraba untuk mengenali karakteristik permukaannya. Rupiah asli memiliki tekstur tertentu pada bagian-bagian tertentu yang dapat dirasakan dengan sentuhan.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan menerawang uang ke arah sumber cahaya. Pada uang Rupiah asli terdapat tanda air berupa gambar pahlawan serta sejumlah unsur pengaman lainnya sesuai dengan pecahannya.

Selain itu, terdapat elemen gambar tertentu yang dirancang agar tampak saling melengkapi ketika dilihat dari arah yang sesuai. Fitur tersebut merupakan bagian dari unsur pengamanan uang Rupiah.

Dalam pemeriksaan terhadap uang yang diamankan dalam perkara di Bakauheni, Bank Indonesia menemukan perbedaan pada sejumlah karakteristik pengaman. Perbedaan tersebut antara lain berkaitan dengan tanda air dan gambar yang seharusnya membentuk pola tertentu.

Meski demikian, masyarakat tidak dianjurkan menentukan keaslian uang hanya berdasarkan satu ciri. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik Rupiah secara keseluruhan.

Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat, khususnya pedagang dan pelaku usaha, agar tidak terburu-buru menerima uang yang memiliki ciri mencurigakan.

Apabila masih meragukan keaslian uang, masyarakat dapat meminta pemeriksaan melalui perbankan atau Bank Indonesia. Dugaan peredaran Uang Palsu juga dapat dilaporkan kepada kepolisian.

Kewaspadaan dalam transaksi tunai dinilai penting untuk mencegah uang yang diduga palsu kembali beredar dan menimbulkan kerugian di tengah masyarakat.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Redaksi

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.