HARIANKANDIDAT.CO.ID — UPT Puskesmas Way Kandis terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (Tbc) secara dini melalui program Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG-TB) yang dilaksanakan di lima kelurahan di wilayah Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jangkauan skrining kesehatan masyarakat, menemukan terduga TBC sedini mungkin, serta mempercepat akses pemeriksaan dan pengobatan guna memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat terlebih dahulu melakukan pendaftaran, kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, petugas juga melakukan pemeriksaan dahak bagi masyarakat yang mengalami keluhan batuk sesuai indikasi, serta skrining terhadap kontak erat dan kontak serumah dengan pasien Tbc.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas program, khususnya tim Tbc dan penyakit tidak menular (PTM), dengan dukungan tenaga medis, dokter, serta tenaga kesehatan lainnya.
Kepala UPT Puskesmas Way Kandis, dr. Titin Agustin, mengatakan bahwa integrasi skrining Tbc dengan Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan penemuan kasus secara aktif.
"Melalui kegiatan CKG berbasis pemeriksaan Tbc ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang mengalami gejala batuk maupun masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TBC," ujarnya.
Ia menjelaskan, deteksi dini sangat penting agar masyarakat yang terindikasi Tbc dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai gejala Tbc, pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan, serta langkah-langkah pencegahan penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui skrining aktif, petugas kesehatan diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang berisiko, sehingga penemuan kasus tidak hanya bergantung pada pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.
Puskesmas Way Kandis berharap pelaksanaan program CKG-TB secara terintegrasi dapat meningkatkan cakupan pemeriksaan, mempercepat penanganan kasus, serta memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tbc.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap percepatan eliminasi Tbc melalui pelayanan kesehatan yang lebih luas, terpadu, dan berkesinambungan.
(JML)