HARIANKANDIDAT.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Radin Inten ll memprediksi cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Lampung dalam 3 hari kedepan (24-26 Juni 2025).
Informasi prediksi cuaca tersebut di dapatkan dari Rudi Harianto sebagai Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Radin Inten ll melalui pesan WhatsApp, Senin (23/06)
Dari hasil analisis BMKG menunjukkan berdasarkan kondisi dinamika atmosfer, terdapat Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Low Frequency terpantau aktif di Wilayah Lampung bagian Selatan berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Kelembapan udara di wilayah Lampung signifikan berkisar antara 50-95% pada lapisan 850 mb – 500 mb pada siang, sore dan malam hari.
Suhu muka laut masih cenderung hangat di Perairan Timur dan Selatan Lampung dengan anomali -0,5 – 1,0°C mengindikasikan adanya potensi penambahan penguapan (massa uap air).
Dari analisis lokalnya, indeks labilitas atmosfer memenuhi kriteria terjadinya konveksi pada siang dan sore hari di sebagian besar wilayah Lampung.
Secara umum dalam 3 hari ke depan, wilayah Lampung diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi pada siang, sore, dan malam hari.
Wilayah yang berpotensi hujan sedang – lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang:
1. 24 Juni 2025
Wilayah Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran dan Pringsewu.
2. 25 Juni 2025
Wilayah Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Metro, Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran dan Pringsewu.
3. 26 Juni 2025
Wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Tanggamus, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Metro, Pesawaran.
Masyarakat Lampung diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir, kilat, dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.