Viral Perundungan Guru ke Murid, DPRD Minta Disdik Beri Sanksi

Redaksi Harian Kandidat - Selasa, 12 Agt 2025 - 14:01 WIB
Viral Perundungan Guru ke Murid, DPRD Minta Disdik Beri Sanksi
Bukan tugas guru mempermalukan. Tugas guru adalah mendidik. - Video
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendesak Dinas Pendidikan memberikan sanksi tegas kepada oknum guru yang terlibat soal perundungan salah satu siswi SD di Tanggamus.

Pasalnya, Kasus dugaan perundungan secara verbal terhadap siswa SD di Tanggamus, Lampung itu memicu kemarahan publik setelah video interogasi oleh sejumlah guru viral di media sosial. 

Peristiwa tersebut diduga terjadi di SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, Tanggamus. Dalam video yang beredar, tampak seorang anak laki-laki diinterogasi oleh beberapa guru karena dituduh mencuri uang temannya.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Budhi Condrowati, mengecam keras tindakan para guru tersebut. Menurutnya, perbuatan itu telah merusak mental dan psikologis anak.

“Ini sudah terlanjur tersebar di media sosial. Mentalnya kena, traumanya, orangtuanya juga. Evaluasi semua Oknum Guru yang terlibat. Bila ASN, agar diberikan sanksi maksimal, bisa dari mutasi hingga pemberhentian tidak hormat,” tegas Budhi, Selasa (12/08).

Budhi juga mengingatkan bahwa jika orang tua siswa tidak terima, kasus ini dapat dibawa ke ranah pidana karena termasuk dalam dugaan pencemaran nama baik melalui UU ITE maupun UU Perlindungan Anak.

Hal senada disampaikan anggota Komisi V DPRD Lampung lainnya, Andika Wibawa SR. Ia menilai tindakan tersebut tidak etis dan tidak pantas dilakukan oleh tenaga pendidik.

“Seakan anak itu maling besar saja. Pengajar seharusnya bijak menasihati, bukan mempermalukan. Terlebih, menyebarkan video ke media sosial, kita pun belum tahu kebenarannya, apakah benar anak itu mencuri. Hal seperti ini harus dilihat secara cermat sebelum mengambil tindakan,” ucapnya.

Andika menegaskan, kejadian serupa tidak boleh terulang di sekolah-sekolah lain, mengingat sekolah merupakan tempat anak belajar dan guru adalah sosok yang digugu lan ditiru atau dipercaya dan dicontoh.

“Guru adalah teladan. Jangan sampai tindakan yang semestinya mendidik justru melukai mental siswa,” tandasnya

Diketahui, dalam video tersebut para Oknum Guru melontarkan perkataan atas tudingan keadaan siswa tersebut.

“Kamu nggak ngaku? Emang ada setan? Soalnya orang-orang udah pada lihat kamu yang ambil. Kamu masih bilang bukan, enggak,” cetus salah satu guru. 

“Berarti habis ini nggak usah sekolah lagi, langsung kemasin bajunya… Ini di depan guru-gurunya ini, ini dikirim ke mama kamu ya… Habis itu jangan sekolah di sini lagi ya,” ujarnya.

Dalam video terpisah, seorang guru bernama Dian mengaku sebagai perekam. Ia mengklaim video itu awalnya dibuat untuk dikirimkan kepada ibu siswa yang bekerja sebagai TKW di luar negeri. Namun, rekaman tersebut kemudian tersebar di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Suara yang ada di video adalah suara saya. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah atas kegaduhan ini. Saya membuat video ini tanpa paksaan,”tutupnya

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Video

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.