HARIANKANDIDAT.CO.ID – Polemik belum cairnya pinjaman UMKM Siger dengan bunga 0 persen memantik reaksi DPRD Kota Bandar Lampung.
Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Yunika Indahayati, menyatakan kekecewaannya terhadap Bank Waway yang hingga kini belum memberikan laporan apa pun terkait pelaksanaan program kredit tersebut.
Yunika mengatakan, seluruh data calon nasabah sudah dihimpun oleh Dinas Perdagangan (Disdag), namun bank selaku kreditor tidak menunjukkan progres berarti.
"Data calon nasabah sudah lebih dari 300 UMKM yang menyerahkan berkas ke Dinas Perdagangan. Disdag sudah menjalankan tugasnya, tapi Bank Waway justru tidak memberi laporan sama sekali. Kasihan masyarakat yang sudah berharap," ujar Yunika ,(19/11).
Ia menegaskan, DPRD akan segera menjadwalkan rapat internal untuk memanggil manajemen Bank Waway, Disdag, Bagian Perekonomian, dan seluruh pihak terkait guna meminta kejelasan atas keterlambatan ini.
"Bank Waway itu milik Pemkot, ada dana penyertaan modal dari APBD. Tidak boleh ada institusi bermain-main ketika ratusan masyarakat menaruh harapan pada program Pemkot Bu Wali Kota Eva. Kami Fraksi Gerindra siap mendukung sekaligus mengawasi," tegasnya.
Sebelumnya, seorang calon nasabah UMKM laundry di Jagabaya, Sepriyadi, telah mengajukan pinjaman sebesar Rp 25 juta dan berharap program bunga 0 persen dapat menjadi solusi permodalan. Namun hingga kini, tidak ada informasi lanjutan dari pihak bank.
Disdag sendiri memastikan bahwa lebih dari 300 berkas telah diserahkan kepada Bank Waway. Namun belum ada satu pun laporan terkait survei, persetujuan, penolakan, ataupun kepastian pencairan.
Fungsional Analis Perdagangan Disdag Kota Bandar Lampung, Nur Ichsan, menegaskan bahwa seluruh proses penilaian berada di tangan bank. Disdag hanya bertugas menghimpun berkas dan menunggu laporan resmi dari Bank Waway.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Waway belum berhasil dikonfirmasi terkait lambannya progres pencairan pinjaman UMKM Siger.
(Yud)