HARIANKANDIDAT.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan bencana di wilayah Kota Bandar Lampung.
Pemetaan ini meliputi lokasi banjir, genangan air, talut ambruk, hingga pohon tumbang akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Sakroni, mewakili Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bandar Lampung, mengatakan pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mempercepat penanganan di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
"Bpbd telah memetakan sejumlah titik kejadian bencana dan genangan yang perlu mendapat penanganan segera bersama Satpol PP dan instansi terkait," ujar Sakroni.
Sejumlah lokasi yang tercatat rawan bencana di antaranya kawasan Jaga Baya 2, Kecamatan Way Halim, Gang Persada, Kecamatan Kedamaian, Perumahan Griya Elok dan Perumahan Rupi di Kecamatan Sukabumi. Bpbd juga mencatat adanya talut ambruk di belakang Kampus Teknokrat, Kecamatan Kedaton.
Titik rawan lainnya berada di belakang depo bangunan kawasan By Pass, Kecamatan Sukarame, Kampung Kerawang, Kecamatan Bumi Waras; kawasan Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, serta sejumlah titik di wilayah Panjang yang terdampak pohon tumbang.
Selain kejadian tersebut, Bpbd juga mendata masih adanya sejumlah titik genangan air di berbagai wilayah kota yang kerap muncul saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Sakroni menambahkan, Bpbd terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk melakukan penanganan darurat maupun tindak lanjut permanen.
"Penanganan sementara sudah dilakukan di beberapa lokasi, sedangkan untuk perbaikan permanen akan dikoordinasikan dengan OPD teknis sesuai kewenangannya," jelasnya.
BPBD Kota Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi hingga Februari mendatang.
Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menghidupkan kembali budaya gotong royong bersama unsur kelurahan guna meminimalkan risiko banjir dan genangan.
(Okt)