HARIANKANDIDAT.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, tutup mata dan tutup telinga. Meski sudah sering viral di media sosial terkait sampah yang menupuk dan berbau busuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan Kelurahan Rajabasa, Minggu (11/01/2026).
Berdasarkan pantauan media hariankandidat.co.id di lokasi, terlihat sampah menumpuk hingga memakan bahu jalan, hal itu dikarenakan mobil angkutan petugas kebersihan tidak kunjung datang.
Salah seorang warga sekitar yang engan namanya untuk disebutkan mengatakan, penumpukan sampah tersebut dikarenakan sudah tiga hari tidak ada petugas mobil angkut sampah yang datang untuk mengambil, dengan alasan sedang dipergunakan untuk daerah yang terkena banjir.
"Udah tiga hari itu bang mobil gak ada yang dateng, mangkanya numpuk parah gitu. Alasan mereka mah katanya lagi ngurusin yang ke bajiran itu," ujarnya.
Menurutnya, permasalahan tersebut dikarenakan kurangnya perhatian Pemkot dalam menangani sampah di setiap Tps, dengan alasan sedang menangani kebajiran. Sehingga sampah menumpuk dan berbau busuk yang menggau pengguna jalan dan warga sekitar ini luput dari perhatian.
"Bukan sampahnya yang bermasalah memang kendala dari pemerintahnya. " Macet" kurang gercep, usahakan ini dulu lah, kalau bisa dum truk itu jangan semuanya yang kebanjir. Di bagi lah seharusnya," katanya.
Ia juga menyoroti kebijakan Pemkot yang tidak sesuai peruntukannya saat ini, yang mana hanya berfokus pada umroh dan pembangun yang dapat digunakan untuk orang kalangan atas saja.
"Pemerintahnya cuma mikirin umroh-umroh aja, main tunjuk umro-umroh. Ini pikirkan, anggarannya kemana, operasionalnya mana, uang bensinnya mana. Gitu loh, kalau masalah pembangunan yang sampai miliaran itu nanti dulu, itu kan untuk orang-orang kaya. Gak penting" ungkapnya, dengan nanda tinggi.
Ia juga juga mengungkapan bahwa seringnya wartawan ke lokasi untuk mebuat pemberitaan terkait penumpukan sampah di Tps tersebut bahkan sudah sering viral di media sosial. Tetapi tetap saja tidak ada tanggapan dari Pemkot seolah buta dan tuli.
"Sering wartawan dari mana-mana kesini, saya bilang foto lah pak, lapor sama Eva. Eva suruh dateng kalau bisa, udah empat kali viral, apa ada tanggapan?,Enggak ada," tandasnya.
(Edi)