HARIANKANDIDAT.CO.ID - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membangun perumahan bebas banjir khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah kecamatan menuai perhatian DPRD Kota Bandar Lampung.
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengaku belum menerima informasi resmi dan detail terkait rencana tersebut.
Agus menyebutkan, hingga saat ini dirinya belum memperoleh keterangan valid mengenai lokasi pembangunan maupun teknis pelaksanaan program perumahan yang disebut akan dibangun di Kecamatan Tanjung Senang, Teluk Betung Barat, dan Sukarame.
"Secara umum saya belum mendapatkan informasi yang valid, baik terkait lokasi maupun kegiatan-kegiatan yang mendukung program tersebut," ujar Agus
Agus mengaku mendapat informasi awal bahwa rencana tersebut diduga berkaitan dengan program pemerintah pusat, yakni program tiga juta rumah. Meski begitu, peruntukan program tersebut masih perlu diperjelas, apakah ditujukan bagi ASN, masyarakat umum, atau unsur TNI-Polri.
"Terkait peruntukannya, apakah untuk ASN, warga, atau TNI-Polri, ini yang perlu saya dalami lebih detail lagi," tambahnya.
Ia menilai konsep perumahan yang mengusung tema ramah lingkungan dan bebas banjir merupakan gagasan yang positif, mengingat Kota Bandar Lampung selama ini kerap menghadapi persoalan banjir saat intensitas hujan tinggi.
Konsep Perumahan Bebas Banjir seharusnya tidak hanya diterapkan secara parsial pada proyek perumahan baru, tetapi harus menjadi pendekatan pembangunan yang holistik dan menyeluruh bagi seluruh wilayah kota.
"Konsep ini seharusnya dibangun secara keseluruhan, bukan hanya untuk satu rencana program saja. Penanganan banjir harus menyentuh kawasan permukiman masyarakat secara umum," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait urgensi pembangunan perumahan bebas banjir bagi ASN di tengah masih banyaknya warga yang terdampak banjir, Agus menilai hal tersebut pada prinsipnya tidak menjadi persoalan, selama kebijakan pembangunan tetap memperhatikan kepentingan
masyarakat secara luas.
"Menurut saya fine-fine saja, namun yang terpenting konsep penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga," pungkasnya.
(Okt)