Gaya Hidup Hedon, Kabag Kesra Tak Punya Etika?

Redaksi Harian Kandidat - Minggu, 01 Feb 2026 - 21:42 WIB
Gaya Hidup Hedon, Kabag Kesra Tak Punya Etika?
Kepala Bagian Kesra Kota Bandar Lampung Jhoni Asman Bergaya Hedon - Istimewa
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Di tengah pro dan kontra penggunaan anggaran wisata rohani pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandar Lampung, publik justru dibuat geram oleh perilaku Kepala Bagian (Kabag) Kesra yang dinilai tak mencerminkan sikap pejabat pembina kegiatan keagamaan.

Berdasarkan pantauan kandidat, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Bandar Lampung terlihat melakukan perjalanan ke luar daerah dengan formasi lengkap yang dikenal dengan sebutan “F4”.

Perjalanan tersebut terpantau berlangsung di Jakarta dan Bandung, di saat polemik anggaran Wisata Rohani masih menjadi sorotan masyarakat.

Dalam pantauan tersebut, yang bersangkutan terlihat menikmati aktivitas hiburan malam, mulai dari nongkrong santai hingga dugaan kunjungan ke klub malam. Gaya hidup yang ditampilkan dinilai bertolak belakang dengan semangat kesederhanaan dan nilai religius yang seharusnya melekat pada pejabat pengelola urusan kesejahteraan dan keagamaan.

Ironisnya, kegiatan tersebut muncul di saat anggaran wisata rohani Kesra menuai kritik, baik dari kalangan masyarakat maupun pengamat kebijakan publik. Banyak pihak mempertanyakan sensitivitas moral dan etika pejabat, terutama ketika anggaran keagamaan menggunakan dana publik.

“Kalau anggaran wisata rohani saja diperdebatkan, pejabatnya seharusnya lebih menjaga sikap. Ini soal etika dan contoh kepada masyarakat,” ujar salah satu aktivis di Bandar Lampung yang enggan disebutkan namanya.

Sikap pejabat terkait saat dikonfirmasi justru menambah kontroversi. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Bandar Lampung, Jhoni Asman, saat dimintai klarifikasi oleh kandidat, membalas pesan konfirmasi dengan emoji tertawa, seolah menanggapi persoalan tersebut sebagai hal sepele dan lumrah.

Tak berhenti di situ, Jhoni Asman juga menyatakan bahwa kritik yang dialamatkan kepadanya merupakan “serangan personal”, dengan dalih aktivitas tersebut dilakukan di luar jam kerja.

Pernyataan itu justru menuai tanda tanya besar. Publik menilai, sebagai pejabat yang mengelola program berbasis moral dan keagamaan, sikap dan etika tetap melekat, baik di dalam maupun di luar jam kerja. Apalagi, ketika anggaran yang dikelola bersumber dari uang rakyat dan sedang menjadi sorotan.

(Vrg)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.