Dibawah Kepemimpinan PMII Bandar Lampung Yang kehilangan Arah

Redaksi - Selasa, 10 Feb 2026 - 14:21 WIB
Dibawah Kepemimpinan PMII Bandar Lampung Yang kehilangan Arah
Organisasi kader tidak runtuh karena tekanan luar, tetapi karena kepemimpinan kehilangan orientasi metodologis. - Harian Kandidat
Advertisements

Oleh: Dua Kader Aktif PMII Komisariat UIN Raden Intan Lampung

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Organisasi kader tidak runtuh karena tekanan eksternal. Ia melemah ketika kepemimpinan kehilangan orientasi metodologis.

Di bawah kepemimpinan Topik Sanjaya sebagai Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung realitas yang kami saksikan bukanlah konsolidasi ideologis melainkan stagnasi yang dibiarkan berulang. Janji membangun sistem kaderisasi yang sistematis tidak pernah diterjemahkan menjadi roadmap yang jelas dan terukur. Tidak ada desain kaderisasi jangka menengah. Tidak ada indikator capaian yang dipublikasikan. Tidak ada forum evaluasi terbuka yang hidup dan berkelanjutan.

Struktur memang ada. Nama-nama tercantum dalam SK. Tetapi kepadatan administratif tidak pernah otomatis berarti kekuatan konseptual.

Sebagai ketua umum, Topik Sanjaya memegang mandat politik dan ideologis organisasi. Mandat itu bukan hanya legitimasi hasil konferensi cabang, melainkan tanggung jawab untuk memastikan arah gerak yang jelas dan konsisten. Namun hingga hari ini, orientasi PC PMII Bandar Lampung terasa kabur. Fokus kaderisasi tidak terpetakan. Agenda intelektual tidak terinstitusionalisasi. Konsolidasi struktural tidak sistematis.

Sekolah Instruktur yang digelar di awal kepengurusan seharusnya menjadi fondasi sistem kaderisasi jangka panjang. Namun tanpa tindak lanjut metodologis, tanpa distribusi instruktur yang terencana, dan tanpa pendampingan rayon secara periodik, agenda tersebut berhenti sebagai seremoni administratif.

Instruktur diproduksi, tetapi ekosistem kaderisasi tidak dibangun.

Masa libur akademik pun dijadikan alasan vakumnya konsolidasi struktural. Seolah tanggung jawab organisasi mengikuti kalender kampus. Padahal sejarah gerakan mahasiswa menunjukkan bahwa masa jeda akademik justru sering menjadi momentum paling strategis untuk penguatan ideologis dan konsolidasi internal.

Ketika rayon kehilangan orientasi, ketika forum pembinaan redup, dan ketika komunikasi struktural melemah, maka pertanyaan tidak bisa lagi diarahkan ke bawah. Ia harus diarahkan ke pusat kepemimpinan.

Topik Sanjaya sebagai Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung perlu menjawab secara terbuka:

Ke mana arah PC dibawa dalam periode ini?
Apa desain konkret kaderisasi yang sedang dijalankan?
Bagaimana evaluasi atas stagnasi yang dirasakan di tingkat rayon dan komisariat?

Kepemimpinan bukan soal posisi. Ia soal keberanian merumuskan arah, membangun sistem, dan membuka ruang pertanggungjawaban.

Karena itu, melalui tulisan ini kami, dua kader aktif PMII Komisariat UIN Raden Intan Lampung, secara terbuka menantang diadakannya dialog terbuka antara Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung dan kader-kader komisariat.

Bukan forum seremonial.
Bukan rapat formalitas.
Tetapi dialog terbuka, argumentatif, dan ideologis.

Ruang di mana gagasan diuji.
Ruang di mana arah dipertanggungjawabkan.
Ruang di mana kader tidak hanya diminta loyal, tetapi dihargai secara intelektual.

Jika kepemimpinan yakin telah bekerja secara metodologis dan sistematis, maka dialog terbuka tidak perlu ditakuti.

Organisasi kader tidak boleh alergi pada kritik. Justru dari kritiklah organisasi bertahan dan bertumbuh.

Kami siap berdialog.

Apakah Topik selaku ketum PC PMII Bandar Lampung juga siap mempertanggungjawabkan arah geraknya di hadapan kader?

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source: Redaksi

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.