HARIANKANDIDAT.CO.ID - Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana memastikan Pemerintah Kota Bandar Lampung akan memberikan pendampingan penuh terhadap dua korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak di bawah umur.
Dua korban masing-masing berinisial R (15) dan B (14). Keduanya diketahui masih duduk di bangku kelas III SMP.
Pernyataan tersebut disampaikan Eva Dwiana usai konferensi pers pengungkapan kasus TPPO bersama Polda Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (12/5).
Eva menegaskan, pihaknya akan memastikan pendidikan kedua korban tetap berjalan hingga jenjang SMA maupun SMK.
"Tugas kami memastikan anak-anak ini tetap bisa melanjutkan pendidikan. Insyaallah setelah ujian selesai, apabila mereka belum bisa masuk sekolah negeri maupun swasta, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan membantu dan bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan mereka, baik di SMA maupun SMK di Bandar Lampung," ujar Eva.
Selain menjamin kelanjutan pendidikan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga akan memberikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum kepada para korban.
Menurut Eva, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas Anak-anak, khususnya dalam penggunaan telepon genggam dan media sosial.
"Kami bersama gubernur, Kapolda, dan Kapolres akan melakukan pemantauan serta sidak ke sekolah-sekolah SMP di Kota Bandar Lampung agar anak-anak lebih berhati-hati dalam menggunakan alat komunikasi dan tetap dalam pengawasan orang tua maupun guru," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar turut meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar guna mencegah kasus serupa kembali terjadi.
"Ayo bersama-sama menjaga Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung agar anak-anak kita tidak menjadi korban kejahatan seperti ini," ucapnya.
Eva turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan menyelamatkan para korban.
"Kami berterima kasih kepada bapak Kapolda dan seluruh jajaran yang telah membantu menyelamatkan anak-anak ini. Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas," pungkasnya.