HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Way Rilau dikeluhkan warga Bandar Lampung (Balam). Pasalnya satu Pekan lebih masyarakat kota tapis berseri tidak mendapatkan pasokan air Bersih.
Usut punya usut, Hasil investigasi dan penelusuran lapangan media ini di Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, Gangguan distribusi air tersebut bukan hanya terjadi dalam hitungan jam atau hari. Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun, pasokan air pada Juli 2026 bahkan dilaporkan sempat berhenti selama kurang lebih 18 hari.
Memasuki Agustus 2026, persoalan serupa kembali terjadi. Hingga akhir Agustus, warga mengaku telah mengalami gangguan distribusi selama lebih dari sepekan. Air bersih disebut terkadang mengalir, namun kemudian kembali mati tanpa adanya kepastian.
"Sudah lebih dari seminggu. Kadang hidup, kadang tidak. Kalau hidup juga tidak lama," ungkap salah seorang warga kepada Harian Kandidat. Minggu (30/08)
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Sebagai pelanggan, warga mengaku dirugikan karena kebutuhan dasar rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi bergantung pada ketersediaan air bersih.
Berdasarkan penelusuran Harian Kandidat, sebelumnya gangguan Distribusi Air di wilayah tersebut disebut berkaitan dengan kerusakan pipa akibat pekerjaan pelebaran Jalan R.E. Martadinata.
Namun, setelah perbaikan tersebut, pasokan air ke rumah warga belum sepenuhnya kembali normal.
Sejumlah pelanggan bahkan mengaku selama Agustus 2026, air hanya sempat mengalir sekali dalam durasi yang sangat terbatas, yakni sekitar pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB. Setelah itu, Distribusi Air kembali mengalami gangguan.
Persoalan tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai efektivitas perbaikan yang telah dilakukan. Sebab, setelah adanya informasi bahwa pipa telah diperbaiki, pelayanan Distribusi Air masih belum dapat dirasakan secara normal oleh pelanggan.
Kini, gangguan pasokan air kembali dikaitkan dengan kondisi musim kemarau yang menyebabkan debit air berkurang. Alasan ini pun mendapat sorotan dari masyarakat karena dinilai terus berulang dari tahun ke tahun.
"Kalau setiap kemarau alasannya debit air kecil, seharusnya ada solusi dan antisipasi. Jangan setiap tahun masyarakat yang harus menanggung akibatnya," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga mempertanyakan kesiapan Perumda Way Rilau dalam mengantisipasi persoalan yang terjadi secara berulang. Mereka menilai sebagai perusahaan daerah yang memiliki tugas memberikan pelayanan air bersih, Perumda Way Rilau seharusnya memiliki langkah mitigasi untuk memastikan distribusi tetap berjalan, terutama pada saat musim kemarau.
"Ini perusahaan Distribusi Air atau perusahaan yang hanya punya alasan? Kami konsumen yang dirugikan. Air adalah kebutuhan setiap hari," keluh warga lainnya.
Untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi mengenai keluhan warga tersebut, Harian Kandidat mendatangi kantor Perumda Way Rilau pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Namun, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil. Petugas keamanan yang berada di kantor Perumda Way Rilau menjelaskan bahwa belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi atau memberikan keterangan kepada wartawan.
Menurut petugas keamanan tersebut, aktivitas pegawai pada hari Sabtu hanya berlangsung setengah hari, sehingga pejabat atau pihak yang berwenang memberikan penjelasan tidak berada di kantor saat Harian Kandidat melakukan konfirmasi.
(Yud)