HARIANKANDIDAT.CO.ID — Pengamat pendidikan sekaligus anggota Dewan Pakar Forum Literasi Lampung, Gunawan Handoko, mengapresiasi Anugerah Pembangunan Terpuji kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang diterima Pemerintah Provinsi Lampung dalam ajang detikSumatera Awards 2026.
Menurut Gunawan, penghargaan tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi penting untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat Lampung.
"Anugerah tersebut diberikan atas komitmen Pemprov Lampung menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan," ujarnya Senin (31/8/2026).
Ia mengutip pernyataan Gubernur Lampung yang menegaskan pentingnya pendidikan sebagai salah satu syarat kemajuan masyarakat dan negara.
"Kami di Provinsi Lampung sangat percaya, salah satu syarat peradaban kita akan maju, salah satu syarat negara kita akan maju, masyarakat kita akan maju, apabila pendidikannya jadi lebih baik," katanya.
Namun, Gunawan mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata harus dimaknai sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai tantangan bagi seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan di Lampung.
Menurutnya, apresiasi tersebut harus dibuktikan melalui hasil nyata, terutama dalam memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal dalam mengakses pendidikan.
"Di ruang publik sering kita dengar keluhan, masih ada anak usia sekolah yang belum bisa mengakses pendidikan karena masalah ekonomi, jarak, atau administrasi," ucapnya.
Karena itu, Gunawan menegaskan akses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab gubernur, bupati, maupun wali kota. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat untuk memastikan anak-anak Lampung dapat masuk sekolah, bertahan hingga menyelesaikan pendidikan, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ia menyoroti program "1 Desa 1 Sarjana STEM dan 1 Hafidz" yang diluncurkan Gubernur Lampung di Lampung Timur pada 27 Agustus 2026. Program tersebut menargetkan lahirnya 2.500 sarjana dan 2.440 hafidz mulai 2027.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan semangat "Lampung Maju", khususnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dari tingkat desa.
"Program di 'hulu' untuk mencetak sarjana dan hafidz masa depan. Maka harus ditopang dengan memastikan pondasi di 'hilir' benar-benar kuat dan kokoh," Tandasnya.
Menurut dia, program tersebut akan sulit mencapai target apabila persoalan mendasar terkait akses dan keberlanjutan pendidikan belum diselesaikan. Karena itu, seluruh anak usia sekolah harus dipastikan dapat masuk, bertahan, dan lulus dengan baik sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai pencetakan sarjana dan hafidz.
"Anugerah yang diberikan detik.com beberapa waktu lalu adalah pengakuan atas arah kebijakan, sementara memastikan semua anak bisa sekolah adalah bukti dari komitmen itu," Jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Gunawan mengusulkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Salah satunya adalah membentuk tim khusus di bawah gubernur yang bertugas melakukan pendataan secara terpadu bersama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kementerian Agama, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Tim tersebut, kata dia, diperlukan untuk memetakan secara akurat lokasi, jumlah, serta penyebab masih adanya anak yang belum atau tidak bersekolah.
"Data yang valid merupakan kunci kebijakan tepat sasaran," tegasnya.
Gunawan mendorong Kementerian Agama beserta jaringan TPA, TPQ, dan pesantren untuk dilibatkan sebagai garda depan dalam pendataan dan pembinaan anak. Sementara itu, perguruan tinggi negeri seperti Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dinilai dapat berperan sebagai mentor sekaligus auditor program.
Selain penguatan data, ia mengusulkan skema pendanaan gotong royong yang melibatkan APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, Baznas, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Dana tersebut dapat diarahkan untuk mendukung Program Kejar Kesetaraan dan Bimbingan Pra-STEM agar anak-anak memiliki kesiapan sebelum mengikuti program unggulan pemerintah daerah.
Gunawan kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Pemprov Lampung atas penghargaan yang diterima dalam detikSumatera Awards 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi pemicu untuk memastikan semangat "Lampung Maju" dan program "1 Desa 1 Sarjana 1 Hafidz" dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh masyarakat.
"Yang harus diingat, penghargaan tersebut merupakan tantangan, agar semboyan 'Lampung Maju' dan program '1 Desa 1 Sarjana 1 Hafidz' benar-benar inklusif," Urainya.
Ia berharap dalam tiga tahun mendatang perhatian publik tidak lagi berkutat pada persoalan anak yang belum bersekolah, melainkan mulai melihat dampak lulusan program tersebut terhadap pembangunan desa.
"Lulusan inilah yang akan membawa teknologi pertanian presisi, digitalisasi UMKM, dan mesin ke desa. Karena Lampung Maju bukan hanya soal jalan mulus, tapi soal manusia Lampung yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing," pungkasnya.