HARIANKANDIDAT.CO.ID – Proyek pembangunan Gedung Convention Hall atau Gedung Serba Guna (GSG) di Kalianda, Lampung Selatan, kini terlihat terbengkalai meskipun telah menelan anggaran puluhan miliar rupiah. Kondisi ini menuai kritik tajam dari masyarakat melalui media sosial, Minggu (13/9/2026).
Fasilitas yang semula digadang-gadang sebagai ikon kebanggaan warga setempat itu justru menunjukkan tanda-tanda mangkrak. Foto-foto bangunan yang tidak terawat beredar luas di platform Facebook, salah satunya diunggah oleh akun atas nama Shanty Balqees.
Dalam unggahannya, Shanty menyampaikan bahwa banyak masyarakat mempertanyakan tujuan pembangunan gedung dengan anggaran fantastis yang dialokasikan pada tahun 2024 tersebut. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah rencana pemanfaatan gedung itu ke depan.
Unggahan itu pun memicu beragam komentar dari warganet. Akun @wakiriwakirin menulis sindiran, "Itu untuk sarang tikus." Sementara itu, @TriSuryandari mengungkapkan kekecewaannya, "Lumayan besar juga anggarannya, kalau gak sampai selesai sayang banget."
Komentar lebih keras datang dari akun @Apriyanahmad yang membandingkan dengan negara lain. "Kalau di China pasti sudah ada yang dihukum mati karena sudah buang-buang anggaran dan merugikan negara," tulisnya.
Lebih lanjut, menindaklanjuti hal tersebut, media ini pada Jumat (11/9/2026) langsung menuju lokasi pembangunan yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut.
Berdasarkan pantauan, terlihat gedung besar itu seperti tidak terurus. Selain banyak sampah berserakan di sekitar gedung, kawasan tersebut juga dipenuhi tumbuhan liar yang membuatnya terlihat telah lama terbengkalai.
Selain itu, area gedung tersebut dimanfaatkan juga oleh masyarakat sekitar sebagai tempat penyimpanan banyak gerobak usaha.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun pihak terkait mengenai status terkini proyek tersebut. Masyarakat berharap adanya kejelasan nasib gedung yang diharapkan menjadi kebanggaan daerah itu.
Sungguh miris menyaksikan bangunan megah yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah itu kini justru menjelma menjadi bangunan tak bernyawa. Dana yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak, seolah lenyap tanpa hasil yang jelas. Alih-alih menjadi ikon kebanggaan, gedung itu kini hanya menjadi monumen kesia-siaan yang menyimpan tanya tanpa jawaban. Sementara rakyat menunggu kejelasan, bangunan itu terus diam, perlahan rusak dimakan waktu, seakan menjadi pengingat pahit atas janji-janji yang tak pernah tuntas.
(Edi)