GAK Erupsi, BPBD Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik

Redaksi Harian Kandidat - Rabu, 21 Okt 2026 - 21:58 WIB
GAK Erupsi, BPBD Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (21/10/2026) pukul 11.45 WIB. - Dokumentasi
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (21/10/2026) pukul 11.45 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak atau 657 meter di atas permukaan laut.

Informasi tersebut disampaikan melalui laporan peringatan erupsi yang diunggah BPBD Provinsi Lampung melalui akun Instagram resminya, dengan mengutip data Magma Indonesia.

Dalam laporan tersebut, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi dilaporkan masih berlangsung saat laporan dibuat, dengan durasi yang tercatat dalam hitungan detik.

Data pengamatan tersebut tercantum dalam laporan bertanggal 21 Oktober 2026 pukul 11.45 WIB yang disusun Denny Mardiono, A.Md., dari Magma Indonesia.

Menanggapi aktivitas vulkanik tersebut, Kabid BPBD Kota Bandar Lampung, Sahroni, mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai, agar tetap siaga dan waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

Ia meminta masyarakat terus memperbarui informasi melalui sumber resmi dan pihak yang bertanggung jawab, sehingga dapat mengetahui perkembangan situasi serta mengikuti arahan keselamatan yang dikeluarkan instansi terkait.

"Jika dirasa masih ada Debu Vulkanik, bersihkan debu dengan cara disiram. Pakai masker dan kacamata untuk pelindung," imbaunya.

Sahroni menegaskan, imbauan tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Bandar Lampung. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kapasitas diri untuk menambah wawasan mengenai mitigasi bencana.

Menurutnya, pemahaman mengenai mitigasi bencana perlu ditingkatkan agar masyarakat mampu mengenali potensi risiko dan mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan saat bencana terjadi, tetapi juga perlu dibangun sejak dini melalui peningkatan pengetahuan, pemantauan informasi resmi, serta pemahaman terhadap langkah-langkah perlindungan dan penyelamatan diri.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti perkembangan informasi dari instansi terkait. Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga perlu terus dipantau untuk mengetahui perubahan kondisi vulkanik dan arahan keselamatan bagi masyarakat, khususnya warga pesisir serta aktivitas pelayaran di sekitar kawasan tersebut.

(Okt)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.