Solar Masih Langka

Redaksi Harian Kandidat - Minggu, 23 Nov 2025 - 20:10 WIB
Solar Masih Langka
Kelangkaan Solar Masih Berlanjut! Antrean panjang truk kembali terjadi di SPBU Natar, Lampung Selatan. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID - Antrean panjang kendaraan besar, khususnya truk Fuso dan truk angkutan barang lainnya, terlihat menumpuk di SPBU 24.353-56 Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada Minggu (23/11/2025).

Bahkan, Antrean itu melebar hingga ke bahu jalan sehingga membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Fenomena ini hampir setiap hari terjadi akibat kelangkaan bahan bakar jenis Solar yang belakangan dikeluhkan para sopir,beberapa SPBU lain di wilayah Lampung Selatan, seperti SPBU Batu Puru, juga dilaporkan tidak memiliki stok Solar sejak pagi hari sehingga banyak sopir truk terpaksa mencari SPBU lain yang masih buka dan menyediakan Solar.

Berdasarkan keterangan salah satu sopir Fuso yang tengah mengantre, kelangkaan ini cukup menghambat aktivitas mereka,ia menyebut bahwa antrean panjang seperti ini sudah sering terjadi.

"Sangat menghambat waktu, bang,tapi mau gimana lagi, karena sering terjadi jadi ya udah biasa,"ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada jam kerja yang menjadi tidak efektif,meski begitu, beberapa atasan atau pemilik perusahaan disebut masih memaklumi kondisi tersebut.

"Kalau soal jam kerja ya pasti terganggu,tapi terkadang bos juga maklum, karena mereka tahu kalau kami sedang mengantre bahan bakar," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penimbunan solar subsidi di wilayah Lampung.

Gubernur Mirza mengatakan, bahwa kelangkaan Solar subsidi semakin meresahkan masyarakat, terutama petani dan nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sedih sekali ya. Banyak laporan dari masyarakat kepada saya soal langkanya Solar. Petani mau ke kebun susah nyari bensin, mau beli pupuk susah. Nelayan juga susah nyari solarnya,” ujar Mirza kepada media.

Ia juga menanggapi pemberitaan tentang dugaan penimbunan solar di beberapa Spbu dan meminta kepolisian bergerak cepat.

“Ternyata saya melihat berita ada penimbunan-penimbunan Solar. Saya harapkan kepolisian bisa menindak tegas dan mengusut sudah berapa lama terjadi dan kenapa bisa terjadi,” katanya.

Mirza menegaskan solar subsidi adalah hak masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh Polres di Lampung segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran distribusi BBM agar tidak mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Pengawasan sudah kita dorong kepada kepolisian. Tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi karena bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung juga telah mengajukan tambahan kuota solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan daerah.

Sebelumnya, warga menggerebek Spbu di Jalan Ir Sutami, Srimenanti, Bandar Sribhawono, pada Minggu (16/11/2025) malam.

Dalam video yang diterima Hariankandidat.co.id, terlihat sebuah truk bertutup terpal tengah mengisi solar saat Spbu sudah tutup. Mesin pompa masih menyala dengan transaksi hampir Rp1 juta atau sekitar 200 liter solar.

(JML)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.