HARIANKANDIDAT.CO.ID - Program CCTV Seribu Wajah yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memantau kondisi keamanan dan aktivitas perkotaan secara real time menuai sorotan
Pasalnya, besarnya anggaran yang digelontorkan pada Tahun Anggaran 2025 dinilai tidak sebanding dengan jumlah kamera yang dapat diakses publik secara daring.
Berdasarkan dokumen anggaran, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bandar Lampung mengalokasikan dana yang cukup besar untuk program tersebut. Tercatat, belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah beserta kelengkapannya dianggarkan sebesar Rp910 juta, sementara jasa layanan akses internet (bandwidth) CCTV mencapai Rp600 juta.
Tak hanya itu, dalam pos anggaran lainnya juga kembali tercantum belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah dan kelengkapannya senilai Rp830 juta, serta jasa layanan akses internet bandwidth CCTV yang kembali dianggarkan sebesar Rp600 juta.
Namun, kejanggalan muncul saat dilakukan penelusuran pada situs resmi seribu.wajahandarlampungkota.go.id. Dari hasil pemantauan, CCTV yang dapat diakses secara daring oleh publik hanya terpantau sekitar 47 titik.
Jumlah tersebut tidak sejalan dengan pernyataan Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung, Veni, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pemasangan CCTV Seribu Wajah telah dilakukan di lebih banyak lokasi.
“Tahun ini ada 110 titik, dengan tambahan 75 titik. CCTV dipasang di kecamatan, kelurahan, serta titik-titik keramaian,” tandasnya
(Okt)