Komisi II DPRD Bandar Lampung Dorong Optimalisasi Retribusi Disdag

Redaksi Harian Kandidat - Kamis, 22 Jan 2026 - 16:08 WIB
Komisi II DPRD Bandar Lampung Dorong Optimalisasi Retribusi Disdag
Ketua Komisi II DPRD Bandar Lampung, Agusman Arief, menilai kenaikan target retribusi Disdag menjadi Rp3,6 miliar pada 2026 perlu diiringi intensifikasi dan ekstensifikasi agar PAD dapat terealisasi optimal. - Harian Kandidat
Advertisements

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Agusman Arief, menyampaikan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi Dinas Perdagangan (Disdag). 

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya menyesuaikan kebutuhan belanja daerah yang terus meningkat.

Menurut Agusman, peningkatan target penerimaan PAD secara proporsional merupakan hal yang wajar. Sebaliknya, apabila terjadi penurunan, kondisi tersebut perlu dicermati lebih lanjut.

"Kalau target naik, itu memang sejalan dengan kebutuhan belanja daerah yang juga meningkat. Namun jika justru turun, tentu perlu dievaluasi," ujar Agusman Arief.

Ia menjelaskan, kenaikan target retribusi Disdag Kota Bandar Lampung pada tahun anggaran 2026 menjadi sebesar Rp3,6 miliar perlu diiringi dengan langkah-langkah konkret dalam menggali potensi PAD yang masih tersedia.

Agusman menyebutkan, upaya tersebut dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi diarahkan pada pengembangan sumber Retribusi baru, sementara intensifikasi difokuskan pada optimalisasi retribusi yang telah ada.

"Untuk intensifikasi, Retribusi yang sudah berjalan perlu dioptimalkan agar penerimaannya maksimal dan tidak terjadi kebocoran," katanya.

Lebih lanjut, Agusman menanggapi keterangan Kepala Dinas Perdagangan terkait pemanfaatan aset daerah yang saat ini baru mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut masih menyisakan peluang untuk meningkatkan kontribusi PAD dari pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD).

"Jika pemanfaatannya masih di kisaran 70 persen, tentu masih ada ruang untuk ditingkatkan. Ini bisa menjadi salah satu fokus intensifikasi," ujarnya.

Ia menilai, optimalisasi aset daerah yang dikelola Disdag menjadi penting, mengingat sektor BMD diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap target retribusi Disdag tahun 2026.

Selain itu, Agusman juga mendorong peningkatan kinerja aparatur pemungut Retribusi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

"Target sudah ditentukan, sehingga perlu diikuti dengan kerja yang terukur dan optimal agar realisasinya sesuai harapan," pungkasnya.

(Okt)

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi Harian Kandidat
Source: Harian Kandidat

BACA JUGA

Advertisements
© 2024 Hariankandidat.co.id. All Right Reserved.