HARIANKANDIDAT.CO.ID – Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kemiling dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 11 Februari 2026.
Keluhan yang muncul didominasi gangguan pencernaan, terutama diare, yang dialami para siswa tidak lama setelah menyantap makanan di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi di tiga sekolah penerima manfaat program MBG, yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung melalui Puskesmas Kemiling, jumlah warga sekolah yang terdampak terbilang cukup besar.
Di SDN 4 Sumberejo, tercatat 77 siswa mengalami diare, disusul sembilan guru dan satu orang tua guru dengan keluhan serupa. Sementara itu, di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, bersama 11 tenaga pendidik dan penjaga sekolah, serta satu orang tua guru.
Petugas kesehatan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan medis untuk memastikan kondisi para siswa tetap terkendali serta mencegah munculnya kasus tambahan.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan gangguan kesehatan massal yang dialami ratusan pelajar.
"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Kemiling yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas mutlak. Penanganan medis terhadap siswa terdampak harus menjadi fokus utama, tanpa kompromi," tegasnya.
Asroni meminta Dinas Kesehatan memastikan seluruh siswa terdampak memperoleh pelayanan kesehatan maksimal, termasuk observasi menyeluruh dan pemantauan lanjutan hingga kondisi benar-benar stabil.
Ia juga menekankan pentingnya investigasi komprehensif dan transparan untuk mengungkap penyebab kejadian. Pemeriksaan, menurutnya, harus mencakup uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman, penelusuran proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi, serta audit standar higienitas dapur penyedia MBG.
"Penyebab kejadian ini harus diungkap secara jelas dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan prosedur kesehatan, DPRD akan mendorong pemberian sanksi tegas kepada pihak terkait.
"Program yang bertujuan baik tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Jika ada kesalahan, harus diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ditindak," ujarnya.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung memastikan akan mengawal penuh proses penanganan dan evaluasi kasus tersebut, termasuk meminta laporan resmi dari instansi terkait serta mempertimbangkan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
(Okt)